Dalam 4 Bulan, Habco Borong Ratusan Juta Saham Habco Trans (HATM)
JAKARTA, Investortrust.id – PT Habco Primatama selaku pengendali saham PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) lagi-lagi melanjutkan aksi borong saham dari pasar. Total saham yang dibeli kali ini mencapai 40,34 juta saham.
Berdasarkan data Habco Primatama telah memborong sebanyak 181,10 juta saham HATM sepanjang Agustus hingga November 2023. Hal ini menjadikan total kepemilikannya bertambah dari 79,68% menjadi 82,27%.
Baca Juga
Saat Harga Turun, Pengendali Borong Jutaan Saham Habco Trans (HATM)
Corporate Secretary HATM Antonius Limbong mengatakan, Habco Primatama membeli sebanyak 40,34 juta saham HATM dengan harga pelaksanaan Rp 232 per saham. Aksi beli tersebut dilakukan pada 20 November.
“Pembelian tersebut menjadikan total kepemilikan saham Habco Primatama meningkat menjadi 82,27% saham HATM, dibandingkan sebelum transaksi hanya 81,69% saham HATM,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Jakarta, Rabu (22/11/2023).
Sebelumnya, aksi serupa telah direalisasikan Habco Primatama dengan membeli sebanyak 61,47 juta saham HATM dengan harga pelaksanaan Rp 242 pada 20 Oktober 2023. Dengan demikian total dana yang digelontorkan mencapai Rp 14,87 miliar.
Baca Juga
Hingga September, Laba XL Axiata (EXCL) Capai Rp 1,01 Triliun
Habco Primatama juga pernah mengeruk sebanyak 41,72 juta saham HATM dari pasar dengan harga pelaksanaan Rp 365 pada 10 Oktober. Nilai transaksinya mencapai Rp 15,23 miliar.
Bulan lalu, Habco Primatama terpantau telah melakukan aksi serupa dengan memborong sebanyak 37,53 juta saham HATM. Saham tersebut dibeli dengan harga Rp 339,01 per saham kemarin, sehingga nilai transaksinya mencapai Rp 12,73 miliar.
Hingga September 2023, perseroan membukukan lonjakan pendapatan dari Rp 262,53 miliar menjadi Rp 391,32 miliar. Kenaikan tersebut berimbas terhadap peningkatan laba usaha perseroan dari semula Rp 96,07 miliar menjadi Rp 140,99 miliar.
Perseroan juga mencatatkan kenaikan laba bersih periode dari Rp 93,92 miliar menjadi Rp 132,72 miliar. Peningkatan tersebut menjadikan laba per saham perseroan melambung dari Rp 15,81 menjadi Rp 18,96 per saham.

