Prospek Cerah! Pengendali Agresif Borong Saham Habco Trans (HATM) dari Pasar
JAKARTA, Investortrust.id – PT Habco Primatama selaku pengendali PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) kembali mengeruk sebanyak 41,72 juta saham dari pasar. Sedangkan total saham yang dibeli dalam dua bulan ini telah mencapai 79,25 juta saham.
Corporate Secretary HATM Antonius Limbong mengatakan, Habco Primatama telah membeli sebanyak 41,72 juta saham HATM dengan harga pelaksanaan Rp 365 pada 10 Oktober. Nilai transaksinya mencapai Rp 15,23 miliar.
Baca Juga
“Pembelian tersebut menjadikan total kepemiilkan Habco Primatama bertambah dari 80,21% menjadi 80,81% saham HATM. Pembelian tersebut bertujuan untuk investasi,” ungkapnya dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/10/2023).
Bulan lalu, Habco Primatama terpantau telah melakukan aksi serupa dengan memborong sebanyak 37,53 juta saham HATM. Saham tersebut dibeli dengan harga Rp 339,01 per saham kemarin, sehingga nilai transaksinya mencapai Rp 12,73 miliar.
Baca Juga
Emiten Periklanan (DOOH) Bidik Pendapatan Rp 150 Miliar, Cek Penyokongnya
Sedangkan secara teknikal disebutkan bahwa saham HATM telah berhasil break resistance Rp 310, sehingga terbuka peluang penguatan harga menuju target duble bottom Rp 505 untuk jangka panjang.
Seorang investor yang mengetahui transaksi tersebut menyebutkan, aksi beli tersebut menggambarkan prospek cerah Habco Trans Maritim (HATM), apalagi setelah beredar kabar bahwa perseroan tengah melirik akuisisi perusahan kapal setelah utilisasi armadanya mencapai 100%. Aksi tersebut dilakukan sejalan dengan tingginya pertumbuhan kargo hilirisasi tambang.
Baca Juga
Cuan Rp 96 Triliun dari BREN, Saham Barito (BRPT) malah Turun, Kok Bisa?
Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir perseroan kewalahan memenuhi permintaan kapal dari pelanggan, seiring dengan gencarnya hilirisasi tambang di Indonesia. Hal ini mendorong perseroan untuk menjajaki beberapa opsi seperti pembelian kapal, TC, sampai bahkan mengakuisisi Perusahaan Logistik Perkapalan lainnya demi meningkatkan kapasitas angkutnya.
Hingga semester I-2023, perseroan membukukan lonjakan pendapatan 42,15% dari Rp 178,92 miliar menjadi Rp 254,34 miliar. Begitu juga dengan laba bersih periode berjalan melesat sebanyak 34% dari Rp 66,79 miliar menjadi Rp 89,52 miliar.

