Berkat Model Bisnis Terintegrasi yang Resilien, SMAR Masuk Nominasi The Best Investortrust Companies 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk atau SMAR terus memperlihatkan pemulihan kinerja yang sangat kuat sepanjang 2025, didorong kenaikan harga crude palm oil (CPO), meningkatnya volume ekspor, serta penguatan bisnis hilir berbasis minyak sawit. Sukses SMAR ditopang oleh resiliensi model bisnis terintegrasi dan keberhasilan strategi perusahaan dalam menciptakan nilai di seluruh rantai bisnis sawit.
Emiten perkebunan milik Grup Sinar Mas ini berhasil membukukan salah satu pertumbuhan laba tertinggi di sektor agribisnis nasional, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain terintegrasi dari hulu hingga hilir industri sawit Indonesia.
Kondisi itulah yang menempatkan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk masuk nominasi peraih penghargaan The Best Investortrust Companies 2026, ajang apresiasi tahunan yang diselenggarakan Investortrust untuk emiten-emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sepanjang tahun buku 2025, SMAR mencatat penjualan bersih sebesar Rp 86,95 triliun, tumbuh sekitar 10,3% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 78,84 triliun. Kenaikan ini terutama ditopang oleh membaiknya harga jual produk sawit dan produk turunannya, baik di pasar domestik maupun ekspor. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak tajam 102% menjadi Rp 2,58 triliun dari sebelumnya Rp 1,27 triliun.
Dalam publikasi SMARTnews 2025, manajemen menyebut pencapaian tersebut mencerminkan “resiliensi model bisnis terintegrasi” dan keberhasilan strategi perusahaan dalam menciptakan nilai di seluruh rantai bisnis sawit, mulai dari perkebunan, pengolahan, refining, hingga distribusi produk hilir. EBITDA perusahaan juga melonjak 44% menjadi Rp 6,06 triliun dengan margin EBITDA naik menjadi 7% dari sebelumnya 5,3%.
Kinerja positif SMAR tidak lepas dari kuatnya permintaan global terhadap minyak sawit di tengah ketidakpastian pasokan minyak nabati dunia. Sepanjang 2025, penjualan ekspor SMAR mencapai sekitar Rp 40,9 triliun, sementara penjualan domestik mencapai Rp 46,04 triliun. Dengan demikian, kontribusi ekspor mencapai hampir separuh total pendapatan perusahaan.
Pasar ekspor SMAR tersebar ke berbagai negara Asia, Afrika, Timur Tengah, hingga Eropa, terutama untuk produk crude palm oil (CPO), palm kernel, cooking oil, margarin, shortening, oleokimia, serta produk turunan sawit lainnya.
Sebagai perusahaan agribisnis terintegrasi, SMAR tidak hanya menjual CPO mentah, tetapi juga fokus memperbesar kontribusi produk hilir bernilai tambah tinggi. Strategi hilirisasi ini menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan dalam menjaga margin keuntungan di tengah fluktuasi harga komoditas global.
Produk hilir SMAR dipasarkan baik untuk kebutuhan industri maupun konsumen akhir. Di segmen consumer products, perusahaan dikenal melalui berbagai merek minyak goreng dan produk pangan berbasis sawit yang cukup dominan di pasar domestik. Sementara di sektor industri, SMAR memasok bahan baku ke produsen makanan, kosmetik, sabun, hingga bioenergi.
Volume produksi dan penjualan perusahaan juga meningkat sepanjang 2025 seiring membaiknya produktivitas perkebunan dan tingginya permintaan ekspor. Meski perusahaan tidak secara detail mempublikasikan total volume CPO dalam laporan ringkas SMARTnews, manajemen menegaskan kenaikan penjualan terutama didorong kombinasi harga jual yang lebih tinggi dan volume ekspor yang meningkat.
Di sisi neraca, kondisi keuangan SMAR juga membaik signifikan. Total ekuitas naik sekitar 12,8% menjadi Rp 22,44 triliun, sedangkan liabilitas turun menjadi Rp 22,76 triliun dari sebelumnya Rp 25,45 triliun. Kas dan setara kas naik 27,7% menjadi Rp 2,02 triliun. Kondisi ini menunjukkan perusahaan mulai menikmati perbaikan arus kas setelah tekanan industri sawit beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, perusahaan tetap menghadapi tantangan dari kenaikan pungutan ekspor dan bea keluar sawit. Sepanjang 2025, SMAR membayar pungutan ekspor dan levy mencapai sekitar Rp 2,68 triliun akibat tingginya harga CPO global. Beban ini cukup mempengaruhi margin operasional perusahaan.
Ke depan, strategi utama SMAR akan bertumpu pada penguatan bisnis hilir, peningkatan produktivitas perkebunan, efisiensi operasional, serta pengembangan pasar ekspor baru. Perseroan juga terus memperkuat praktik keberlanjutan atau sustainability karena isu ESG semakin menjadi perhatian utama pasar global.
SMAR merupakan salah satu perusahaan sawit Indonesia yang aktif menjalankan sertifikasi keberlanjutan dan traceability untuk menjaga akses ekspor ke pasar internasional, terutama Eropa yang semakin ketat terhadap isu deforestasi dan lingkungan.
Selain itu, perusahaan juga diperkirakan akan mendapat manfaat dari implementasi program biodiesel nasional, termasuk potensi peningkatan campuran biodiesel Indonesia di masa depan. Kebijakan energi berbasis sawit dinilai akan menjaga permintaan domestik CPO tetap tinggi dalam jangka panjang.
Keunggulan Kompetitif
Dari sisi aksi korporasi, SMAR dikenal cukup konsisten membagikan dividen ketika kinerja keuangan membaik. Perseroan juga tetap aktif melakukan belanja modal untuk replanting, pengembangan fasilitas refining, serta modernisasi operasional pabrik pengolahan sawit.
Di pasar modal, saham SMAR dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu saham perkebunan yang cukup diperhatikan investor seiring pemulihan harga CPO global. Kapitalisasi pasar perusahaan saat ini berada di kisaran Rp 15 triliun dengan valuasi yang masih dianggap relatif murah dibanding beberapa emiten perkebunan besar lainnya.
Sejumlah analis menilai prospek SMAR masih menarik karena beberapa faktor utama. Di antaranya adalah harga CPO global yang relatif bertahan tinggi, bisnis hilir yang semakin kuat, ekspor yang meningkat, serta perbaikan profitabilitas perusahaan.
Analis juga melihat struktur bisnis terintegrasi SMAR memberi keunggulan kompetitif dibanding perusahaan sawit yang hanya fokus di sisi hulu. Dengan model bisnis terintegrasi, perusahaan lebih fleksibel menjaga margin ketika harga komoditas berfluktuasi.
Meski demikian, investor tetap mencermati sejumlah risiko, antara lain volatilitas harga CPO global, kebijakan ekspor pemerintah, tekanan ESG dari pasar internasional, serta risiko cuaca dan produktivitas perkebunan.
Di kalangan investor ritel Indonesia, SMAR mulai kembali menarik perhatian setelah laba perusahaan melonjak signifikan pada 2025. Beberapa pelaku pasar menilai saham ini masih undervalued dibanding potensi laba dan aset perkebunan yang dimiliki perusahaan. Namun sebagian analis juga mengingatkan bahwa karakter saham berbasis komoditas tetap sangat dipengaruhi siklus harga global.
Secara keseluruhan, SMAR saat ini berada dalam fase pemulihan dan penguatan fundamental yang cukup solid. Dengan kombinasi bisnis terintegrasi, ekspor yang kuat, pengembangan produk hilir bernilai tambah, serta dukungan tren biodiesel nasional, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk masih dipandang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang menarik di sektor agribisnis dan energi berbasis sawit Indonesia.
Tentang Award
Ajang The Best Investortrust Companies 2026 mengusung tema Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk. Penilaian dilakukan berdasarkan delapan indikator utama, seperti return saham satu tahun, volatilitas, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi tiga tahun, margin operasional, asset turnover, hingga ROE.
Selain aspek keuangan, penjurian mempertimbangkan tata kelola perusahaan, transparansi, keterbukaan informasi, serta kemampuan emiten menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Dari total 967 emiten di BEI, hanya 279 emiten atau sekitar 28,9% yang lolos tahap awal seleksi. Seleksi kemudian diperketat lagi melalui sejumlah indikator tambahan sehingga hanya 84 emiten yang berhasil melaju ke tahap lanjutan.
Rangkaian penjurian berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026, dari proses nominasi, polling pelaku pasar, wawancara, hingga rapat final dewan juri. Acara puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026.

