Bagikan

Bergerak Fluktuatif Sepanjang Hari, IHSG Akhirnya Ditutup hanya Turun 1,85%

JAKARTA, investortrust.idIndeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/5/2026), akhirnya ditutup hanya anjlok sebanyak 124 poin (1,85%), meski intraday sempat melemah sebanyak 325 poin atau lebih dari 4%.

Pergerakan indeks sepanjang hari cederung fluktuatif kisaran 6.398-6.723 dengan nilai transaksi meningkat menjadi Rp 18,20 triliun. Adapun penekan utama indeks berasal dari saham big cap, seperti TPIA, DSSA, AMMN, dan BREN. Penurunan juga dipicu pelemahan saham big bank, yaitu BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.

Baca Juga

Low Tuck Tambah Saham Bayan (BYAN), Gelontorkan Dana Rp 72 Miliar

Secara sectoral, semua sektor saham mengalami penurunan yang dipimpin saham sektor material dasar 5,17% dan transportasi 6,20%. Penurunan juga melanda saham sektor industry 3,25%, sektor energi 2,37%, sektor property 2,22%, infrastruktur 2,98%, dan sektor teknologi 2,21%.

Penurunan indeks disebut dipicu atas sentiment negative yang datang bertubi-tubi, seperti pelemahan rupiah, sentimen negatif global, hingga pengumuman MSCI dan FTSE yang masih membekukan pasar saham Indonesia dan mengeluarkan sejumlah emiten dari konstituennya.

Meski IHSG terjungkal, beberapa saham berikut masih catatkan penguatan pesat, seperti DYAN naik 31,33% menjadi Rp 109, BLUE menguat 18,28% menjadi Rp 3.430, dan BPTR naik 16,87% menjadi Rp 97.

Baca Juga

Kendati Cemaskan Pelemahan Industri, Pengusaha Pastikan PHK Bukanlah Opsi Utama

Pekan lalu, IHSG anjlok sebanyak 246,07 poin (3,53%) menjadi 6.723. Penurunan selama tiga hari beruntun membuat kapitalisasi pasar (market cap) BEI yang menguap mencapai Rp 581 triliun menjadi Rp 11.825 triliun.

Tekanan terbesar indeks datang dari kejatuhan sejumlah saham big cap, seperti saham BMRI melemah 9,29%, BREN turun 21,95%, TPIA melemah 21,82%, DSSA turun 20,99%, dan BBRI melemah 4,295.

Pelemahan indeks juga dipicu atas penurunan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor industry melemah 3,41%, sektor enerig turun 3,59%, sektor consumer primer melemah 2,33%, sektor keuangan turun 2,01%.

Penurunan indeks pekan ini juga diikuti dengan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 3,21 triliun. Angka tersebut jauh melampaui net sell saham di pasar regular pekan sebelumnya senilai Rp 2,43 triliun.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024