IHSG Begerak Fluktuatif hingga Ditutup Turun 0,19%, Lima Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id— Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/10/2025), bergerak fluktuatif hingga akhirnya ditutup hanya turun 15,34 poin (0,19%) menjadi 8.051 dengan nilai transaksi Rp 27,20 triliun. Bandingkan dengan intraday sesi I sempat anjlok lebih dari 100 poin ke level 7.936.
Penurunan indeks dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor teknologi 3,65%, sektor transportasi 2,82%, sektor energi 0,65%, sektor material dasar 0,43%, sektor industry 0,71%, dan sektor konsumer primer 0,30%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor infrastruktur, sektor keuangan, dan sektor konsumer non primer.
Baca Juga
Hasil Lelang Frekuensi 1,4 GHz Diumumkan Hari Ini, WIFI bakal Menang Regional 1?
Meski IHSG melemah, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti KICI naik 34,69% menjadi Rp 198 dan MBTO naik 34,67% menjadi Rp 268. ARA juga melanda saham CBRE naik 24,88% menjadi Rp 1.330, SOHO naik 24,63% menjadi Rp 1.265, dan PUDP naik 24,41% menjadi Rp 525.
IHSG bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan hari ini yang ditunjukkan dengan pembukaan rebound lebih dari 50 poin, namun sejam perdagangan mendadak anjlok lebih dari 120 poin. Penurunan dipicu atas kejatuhan saham-saham konglomerasi, seperti Prajogo Pangestu, Haji Isam, Lippo Group, dan emiten Happy Hapsoro. Hanya saja memasuki penutupan, sejumlah saham Prajogo dan Happy Hapsoron berbalik ke zona hijau.
Kemarin, IHSG anjlok sebanyak sebanyak 160,68 poin (1,95%) menjadi 8.060 diikuti penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,36 triliun oleh investor asing. Net sell terbanyak melanda saham BBRI Rp 424,12 miliar, BBCA Rp 305,42 miliar, dan CDIA Rp 259,44 miliar.
Baca Juga
Unilever (UNVR) Tunjuk Hendri Widiarta Sebagai Direktur SDM Baru Usai Pangkas 480 Karyawan
Kejatuhan tersebut dipicu atas penurunan saham-saham konglomerasi yang selama ini menjadi motor pergerakan indeks, seperti saham emiten Prajogo Pangestu, saham emiten Haji Isam, saham emiten Happy Hapsoro, dan saham perbankan. Penurunan juga dipicu kejatuhan saham sektor energi 3,34%, sektor keuangan 2,90%, sektor material dasar 2,14%, sektor teknologi 208%, sektor infrastruktur 2,53%, dan sektor transportasi 3,99%.
Meski IHSG turun signifikan, sejumlah saham berikut pertahankan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham MBTO naik 34,48% menjadi Rp 199, TOSK naik 34,78% menjadi Rp 93, PURI melesat 34,38% menjadi Rp 258, MRAT naik 25% menjadi Rp 525, SOSS naik 25% menjadi Rp 1.300, SSTM naik 25% menjadi Rp 360, SOHO naik 24,54% menjadi Rp 1.015, GZCO naik 24,44% menjadi Rp 336, dan POLU naik 20% menjadi Rp 30.450.

