Timah (TINS) Jadi Kandidat The Best Investortrust Companies 2026, Ini Alasannya
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Timah Tbk (TINS), emiten tambang anggota holding pertambangan negara MIND ID, tercatat sebagai salah satu kandidat penerima penghargaan The Best Investortrust Companies 2026 kategori Special Award. Pengakuan ini mencerminkan solidnya fundamental keuangan perseroan di tengah momentum kenaikan harga timah global dan meningkatnya kebutuhan mineral strategis untuk transisi energi.
Ajang apresiasi tahunan yang digelar Investortrust tersebut menilai emiten-emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia (bei) berdasarkan kombinasi kinerja keuangan, tata kelola perusahaan, transparansi, hingga kemampuan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Mengusung tema Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk, penghargaan ini hadir saat pasar modal menghadapi tekanan dari disiplin fiskal yang lebih ketat, reformasi tata kelola, serta risiko geopolitik global yang terus berkembang.
Baca Juga
Diprediksi Masuki Fase Lompatan, Saham Timah (TINS) Direvisi Naik ke Level Ini
Dalam proses penjurian, Investortrust menggunakan indikator kuantitatif dan kualitatif, mulai dari return saham dalam 1 tahun, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi selama 3 tahun, margin operasional, asset turnover, hingga return on equity atau tingkat pengembalian ekuitas.
Kinerja PT Timah dinilai menonjol di tengah penguatan harga komoditas. Pada Januari 2026, perseroan mencatatkan lonjakan performa seiring kenaikan harga timah global. Berdasarkan data Trading Economics, harga timah melesat lebih dari 34% secara year to date menjadi US$ 54.434 per ton.
Direktur Produksi dan Komersial PT Timah Ilhamsyah Mahendra mengatakan, meski harga timah bergerak fluktuatif, tren dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan penguatan yang konsisten.
“Dari sisi penjualan dan kinerja operasi, capaian Januari berada di atas target. Kenaikan harga komoditas juga mendorong pertumbuhan laba bersih yang tumbuh signifikan pada Januari, di atas 100% dari yang kita rencanakan,” ujar Ilhamsyah dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).
Permintaan AI dan Data Center Jadi Penggerak
Ilhamsyah menjelaskan, kenaikan harga timah global tidak terlepas dari meningkatnya permintaan sektor teknologi. Kebutuhan dari industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), semikonduktor, dan pembangunan pusat data terus meningkat dalam 2 tahun terakhir.
Di sisi lain, pertumbuhan pasokan global masih cenderung stagnan. Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan inilah yang mendorong harga terus menguat. “Dari sisi suplai juga tidak ada pertumbuhan yang pesat atau signifikan. Jadi defisit demand-nya tumbuh cukup pesat, sedangkan supply agak stagnan. Ini membuat salah satu key drivers bahwa harga tumbuh cukup signifikan,” jelasnya.
Baca Juga
Dari Anak Nelayan Jadi Calon Mahasiswa, Kisah Inspiratif Pemali Boarding School PT Timah (TINS)
Situasi tersebut menjadi pendorong utama kinerja produsen timah global, termasuk PT Timah. Untuk menangkap momentum tersebut, TINS menargetkan produksi 30.000 metrik ton timah sepanjang 2026. Manajemen juga menyiapkan berbagai langkah agresif melalui optimalisasi teknologi, peningkatan efisiensi operasional, serta penguatan kolaborasi internal dan eksternal.
“Kami cukup optimistis karena selain tren harga yang positif, konsolidasi internal dan juga komunikasi dengan stakeholders, utamanya dari sisi regulasi ini jauh lebih baik, sehingga semua sisi mendukung kinerja operasional perseroan,” sambung Ilhamsyah.
Dalam ajang “The Best Investortrust Companies 2026”, dari total 967 emiten di Bursa Efek Indonesia, hanya 279 emiten atau sekitar 28,9% yang lolos tahap awal seleksi. Seleksi kemudian diperketat lagi melalui sejumlah indikator tambahan sehingga hanya 84 emiten yang berhasil melaju ke tahap lanjutan.
Rangkaian penjurian berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026, mulai dari proses nominasi, polling pelaku pasar, wawancara, hingga rapat final dewan juri. Acara puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026.

