Bagikan

Hartadinata Abadi (HRTA) Difavoritkan Raih ‘The Best Investortrust Companies 2026’

Poin Penting

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) difavoritkan meraih penghargaan "The Best Investortrust Companies 2026" berkat lonjakan performa saham dan kinerja keuangan yang agresif.
Fundamental HRTA pada tahun 2025 tumbuh sangat pesat dengan pendapatan melonjak 144,4% dan laba bersih melesat 121,3% menjadi Rp978,5 miliar.
Selain ditopang model bisnis emas yang terintegrasi, HRTA unggul dalam profitabilitas dengan rasio Return on Equity (ROE) yang melonjak signifikan hingga 30,29%.

JAKARTA, investortrust.id – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) difavoritkan menjadi salah satu peraih penghargaan The Best Investortrust Companies 2026, ajang apresiasi tahunan yang diselenggarakan Investortrust untuk emiten-emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perseroan dinilai layak masuk nominasi karena menunjukkan kombinasi kuat antara pertumbuhan kinerja keuangan, lonjakan harga saham, profitabilitas tinggi, serta kemampuan menjaga ekspansi bisnis di tengah tingginya volatilitas ekonomi global dan harga emas dunia.

Mengacu data Investing.com, kapitalisasi pasar (market cap) Hartadinata Abadi kini mencapai Rp12,25 triliun, menjadikannya salah satu emiten mid cap dengan pertumbuhan tercepat di sektor perdagangan dan manufaktur emas nasional.

Kinerja saham HRTA juga mencuri perhatian pasar. Dalam 12 bulan terakhir, saham HRTA melejit 363%, dengan rentang harga 52 minggu bergerak dari level Rp550 hingga sempat menyentuh level Rp3.440.

Baca Juga

Kinerja Hartadinata (HRTA) 2025 Sentuh ATH, Didongkrak ‘Bullion Bank’

Kinerja tersebut menunjukkan tingginya minat investor terhadap prospek bisnis perseroan, sekaligus memperkuat salah satu indikator penting dalam metodologi penilaian The Best Investortrust Companies 2026, yakni return saham satu tahun dan likuiditas perdagangan saham.

Selain performa pasar saham, Hartadinata Abadi menunjukkan pertumbuhan fundamental yang sangat agresif. Berdasarkan data laporan keuangan yang dirangkum Investing.com, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp44,55 triliun pada 2025, melonjak 144,4% dibandingkan tahun sebelumnya Rp18,23 triliun. Sedangkan laba bersih melesat 121,3% menjadi Rp978,5 miliar dari Rp442,2 miliar pada 2024.

Dari sisi profitabilitas, HRTA juga mencatat peningkatan rasio pengembalian modal yang signifikan. Return on equity (ROE) perseroan naik konsistendalam lima tahun terakhir dari 12,80% pada 2021 menjadi sekitar 30,29% pada 2025. Tingkat ROE ini tergolong tinggi di pasar modal Indonesia dan menunjukkan kemampuan perseroan menghasilkan laba secara efisien dari modal pemegang saham.

Valuasi saham HRTA juga dinilai masih atraktif. Berdasarkan data Investing.com, price to earnings ratio (PER) perseroan berada di kisaran 10 kali dengan price to book value (PBV) sekitar 3,06 kali.

Selain itu, analis masih melihat ruang kenaikan harga saham HRTA. Konsensus analis di Investing.com menunjukkan target harga rata-rata 12 bulan di level Rp3.503 per saham atau memiliki potensi upside lebih dari 27%.

Hartadinata Abadi pun dianggap memiliki model bisnis yang kuat dan terintegrasi, dari manufaktur perhiasan emas, refinery, bullion, hingga jaringan distribusi dan ritel. Perseroan menjadi salah satu pemain utama industri emas nasional yang diuntungkan oleh meningkatnya permintaan emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Laporan riset RHB Research bahkan memasukkan HRTA dalam daftar Top 20 Indonesia Small Cap Jewels 2025. RHB menilai HRTA memiliki pertumbuhan pendapatan yang kuat, margin yang solid, serta prospek jangka panjang yang didukung pengembangan bullion bank di Indonesia dan tingginya permintaan emas domestik.

Dalam laporan tersebut, RHB menyoroti kemampuan manajemen menjaga pertumbuhan volume penjualan emas, memperluas kapasitas refinery, serta mempertahankan ROE di level tinggi.

Baca Juga

Tren Belanja 'Online' Meningkat, Hartadinata (HRTA) Bidik Transaksi Emas Lewat Aplikasi

Ajang The Best Investortrust Companies 2026 mengusung tema Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk. Penilaian dilakukan berdasarkan delapan indikator utama, seperti return saham satu tahun, volatilitas, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi tiga tahun, margin operasional, asset turnover, serta return on equity (ROE).

Selain itu, penjurian mempertimbangkan aspek tata kelola perusahaan, transparansi, konsistensi keterbukaan informasi, serta kemampuan emiten menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Dari total 967 emiten di BEI, hanya 279 emiten atau sekitar 28,9% yang lolos tahap awal seleksi. Seleksi kemudian diperketat lagi melalui sejumlah indikator tambahan sehingga hanya tersisa 84 emiten yang berhasil melaju ke tahap berikutnya.

Rangkaian penjurian berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026, mulai nominasi, polling pelaku pasar, wawancara, hingga rapat final dewan juri. Acara puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024