Kinerja Solid Antar BUMI Jadi Kandidat Special Award The Best Investortrust Companies 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masuk dalam daftar kandidat penerima penghargaan The Best Investortrust Companies 2026 kategori special award. Kinerja keuangan yang solid menjadi salah satu faktor yang mengantarkan emiten tambang batu bara tersebut lolos dalam seleksi awal ajang apresiasi tahunan yang digelar Investortrust untuk menilai emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia.
BUMI dinilai memiliki fundamental bisnis yang kuat, likuiditas saham tinggi, profitabilitas terjaga, serta kemampuan menjaga efisiensi operasional di tengah volatilitas harga komoditas global. Faktor tersebut menjadi nilai tambah dalam proses penilaian yang menekankan daya tahan bisnis dan konsistensi penciptaan nilai bagi pemegang saham.
Baca Juga
Bumi Resources (BUMI) Sukses Dongkrak Pendapatan dan Laba di Kuartal I-2026
Ajang The Best Investortrust Companies 2026 mengusung tema Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk. Penghargaan ini menyoroti emiten yang mampu mempertahankan performa di tengah tekanan geopolitik global, reformasi tata kelola, dan ketatnya disiplin fiskal.
Dalam proses penjurian, Investortrust menggunakan indikator kuantitatif dan kualitatif, seperti return saham 1 tahun, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi selama 3 tahun, margin operasional, perputaran aset, hingga return on equity.
Di tengah kondisi pasar komoditas yang fluktuatif, emiten pertambangan milik Grup Bakrie dan Salim PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 81,01 juta pada 2025, naik 20,05% secara tahunan atau dari US$ 67,47 juta pada 2024.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin (18/5/2026), lonjakan laba bersih tersebut sejalan dengan kinerja pendapatan yang mencapai US$1,42 miliar pada 2025. Perolehan ini meningkat 5,19% secara tahunan atau dari 2024 yang mencapai US$1,35 miliar.
Kontributor utama pendapatan BUMI masih berasal dari komoditas batu bara, yang menyumbang US$1,17 miliar atau setara 82,5% terhadap total pendapatan. Sementara sisanya US$249,35 juta berasal dari komoditas emas dan perak.
Di tengah kenaikan pendapatan, BUMI juga berhasil menekan beban pokok penjualan menjadi US$1,17 miliar sepanjang 2025, lebih rendah1,68% dari US$1,19 miliar pada 2024.
Efisiensi ini ikut mendorong lonjakan laba bruto hingga 47,13% secara tahunan menjadi US$249,1 juta. Sedangkan dari sisi operasional, beban usaha turun 0,42% menjadi US$107,77 juta pada 2025. Di sisi neraca, total aset BUMI meningkat 1,20% menjadi US$4,21 miliar pada 2025, seiring akuisisi sejumlah aset tambang mineral di luar batu bara.
Namun liabilitasnya bengkak 3,10% menjadi US$1,33 miliar pada 2025, membuat total ekuitasnya berada di level US$2,88 miliar.
BUMI memperkuat strategi diversifkasi bisnis dengan memperluas portofolio ke sektor mineral dan logam, seiring meningkatnya harga komoditas di pasar global dan lesunya komoditas batu bara.
Harga penjualan rata-rata batu bara BUMI, yang dihitung berdasar acuan Freight on Board (FOB) pada 2025 berada di level US$59,7 per ton, turun 17% dari rata-rata harga di tahun sebelumnya.
Chief Corporate Affairs & Sustainability Officer BUMI, Christopher Fong, mengatakan perseroan akan tetap mempertahankan segmen batu bara termal sebagai basis utama bisnis. Namun pertumbuhan ke depan akan diarahkan pada segmen mineral seperti tembaga dan emas.
Baca Juga
“Kita fokus pada metal dan mineral sementara kita menjaga kokoh termal kita,” ujar Christopher dalam keterangan resmi yang disampaikan pertengahan Maret ini.
Dalam ajang The Best Investortrust Companies 2026, dari total 967 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, hanya 279 emiten atau sekitar 28,9% yang lolos seleksi tahap awal. Seleksi kemudian diperketat melalui indikator tambahan sehingga hanya 84 emiten yang melaju ke tahap lanjutan.
Rangkaian penjurian berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026, mulai proses nominasi, polling pelaku pasar, wawancara manajemen, hingga rapat final dewan juri. Puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026.

