Laut Merah Bisa Naikkan Biaya Ekspor Mayora (MYOR), Bagaimana Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) berpotensi menghadapi tantangan memasuki tahun 2024 dipicu peningkatan eskalasi Laut Merah. Tensi geopolitik tersebut bisa memiki peningkatan biaya kontainer ekspor perseroan.
Sedangkan tahun 2023, laba bersih MYOR diprediksi tumbuh kuat hingga lampaui estimasi. Hal ini didukung stabilnya harga komoditas bersamaan dengan belanja operasional yang cenderung terkendali pada kuartal akhir tahun 2023. Pertumbuhan juga didukung kuatnya permintaan ekspor dari pasar Asia Tenggara dan India, meskipun permintaan dari China melemah.
Baca Juga
Sektor Konsumer Menjelang 2024, Pilihan Teratas Saham ICBP dan MYOR
“Kami meyakini laba bersih Mayora tahun 2023 lebih tinggi dari estimasi yang ditetapkan RHB Sekuritas, namun angka tersebut kemungkinan masih sama dengan consensus analis. Harga bahan baku yang stabil didukung biaya yang terkendali menjadi faktor utamanya,” tulis analis RHB Sekuritas Vanessa Karmajaya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Namun memasuki tahun 2024, dia mengatkaan, Mayora (MYOR) memang masih penuh harapan setelah manajemen menetapkan target kenaikan penjualan hingga dua digit. Penguatan akan didukung kenaikan volume penjualan dengan kenaikan harga jual terbatas produk tertentu.
Baca Juga
Bansos Mengucur, Potensi Cuan Saham Mayora (MYOR) Makin Gurih
Dari sisi bahan baku, RHB Sekuritas menilai, kemungkinan stabil walaupun El Nino melanda. Manajemen perseroan juga mengungkapkan belum ada kenaikan biaya container hingga kini. “Namun kami memberikan perhatian terhadap biaya container ini setelah ada peningkatan tendi konflik di Laut Merah,” terangnya.
Performa perseroan tahun ini, terang Vanessa, juga bakal didukung rencana MYOR untuk meluncurkan beberapa produk baru. Peluncuran produk tersebut juga bertujuan mendukung pengoperasian pabrik baru tahun ini.
Berdasarkan data kehadiran produk baru berkontribusi kurang dari 15% terhadap total penjualan perseroan. MYOR juga disebut akan terus menggenjot ekspor untuk sejumlah negara, seperti Thailand, Malaysia, India, Filipina, Amerika Serikat, dan beberapa negara lain.
Baca Juga
Jelang Pemilu, Top Picks Saham MYOR, HMSP, GGRM, ICBP, dan MIDI, Begini Asumsinya
Realisasi laba tahun 2023 yang diharapkan lampaui estimasi RHB Sekuritas dan ekspektasi penguatan performa berlanjut hingga tahun ini mendorong RHB Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MYOR dengan target harga Rp 3.000 per saham.
Target tersebut memperkirakan ekspektasi lompatan laba bersih perseroan menjadi Rp 2,41 triliun tahun 2023 dan diprediksi berlanjut menjadi Rp 2,55 triliun tahun 2024. Sedangkan pendapatan diharapkan melesat menjadi Rp 32,05 triliun tahun 2023 dan kembali meningkat menjadi Rp 35,46 triliun pada 2024.
Estimasi Kinerja Keuangan MYOR

