IHSG Akhirnya Ditutup Turun 0,68%, Meski Sempat Anjlok Parah Awal Sesi II
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/5/2026), ditutup turun sebanyak 46,72 poin (0,68%) menjadi 6.858. Indeks bergerak fluktuatif dalam rentang 6.762-6.977 dengan nilai transaksi Rp 14,11 triliun.
Pelemahan ini berbanding terbalik dengan pasar Asia yang cenderung naik. Koreksi tersebut juga sejalan dengan penurunan nilai tukar rupiah ke level terendah baru sepanjang masa Rp 17.500.
Baca Juga
BI Rate Diprediksi Naik ke 5% di Semester I 2026 demi Jaga Rupiah
Pelemahan indeks juga dipicu atas kejatuhan mayorita sektor saham, seperti sektor industry melemah 3,20%, sektor kesehatan 3,52%, sektor consumer non primer 1,44%, sektor infrastruktur 1,49%, dan teknologi 0,61%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor material dasar, transportasi, dan keuangan.
Meski IHSG anjlok, dua saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu CCSI melesat 25% menjadi Rp 300 dan ELPI naik 24,90% menjadi Rp 1.630. Meski tak ARA, saham NZI melesat 30,82% menjadi Rp 191, KJEN naik 24% menjadi Rp 155, GRIA menguat 20% menjadi Rp 120, dan BRPT melesat 14,86% menjadi Rp 2.280.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 63,78 poin (0,92%) menjadi 6.905 dengan investor asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) mencapai Rp 751,15 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 334,71 miliar, BUMI mencapai Rp 135,36 miliar, dan DSSA senilai Rp 115,86 miliar.
Baca Juga
Jelang Rebalancing MSCI, IHSG Sempat Anjlok ke Bawah 6.800 Akibat Risk Off Investor
Pelemaham indeks kemarin dipicu kejatuhan saham big cap dan penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi, industry, keuangan, property, consumer primer, dan transportasi. Sebaliknya sektor infrastruktur melesat 1,52%.
Meski IHSG jatuh, empat saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) lebih dari 34%, yaitu saham DPUM naik 34,67%, DFAM naik 34,62% menjadi Rp 140, dan LABS naik 34,16% menjadi Rp 216. ARA Juga melanda saham MORA sebanyak 20% menjadi Rp 9.000.

