Saat IHSG Anjlok 0,92%, Tiga Saham Ini justru Melambung di Atas 34%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/5/2026), ditutup melemah 63,78 poin (0,92%) menjadi 6.905. Rentang pergerakan 6.846-7.001 dengan nilai transakasi Rp 17,75 triliun.
Kejatuhan tersebut dipicu atas penurunan sebagian besar saham big cap, seperti BREN melemah 7,56%, DSSA melorot 13,36%, TPIA anjlok 8,18%, dan AMMN turun 1,90%.
Baca Juga
Danamon (BDMN) dan MUFG Indonesia Jajaki Integrasi Operasional, Target Efektif pada 2027
Pelemaham juga dipicu atas pelemaha mayoritas sektor saham, seperti sektor energi, industry, keuangan, property, consumer primer, dan transportasi. Sebaliknya sektor infrastruktur melesat 1,52%.
Meski IHSG melesat, tiga saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) lebih dari 34%, yaitu saham DPUM naik 34,67%, DFAM naik 34,62% menjadi Rp 140, dan LABS naik 34,16% menjadi Rp 216. ARA Juga melanda saham MORA sebanyak 20% menjadi Rp 9.000.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup jatuh sebanyak 204,92 poin (2,86%) menjadi 6.969 diikuti dengan pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net sell) senilai Rp 389,31 miliar di seluruh pasar. Terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 436,38 miliar, BUMI mencapai Rp 82,88 miliar, dan TINS mencapai Rp 76,45 miliar.
Baca Juga
CIO Danantara Optimistis Pasar Modal Indonesia Tetap Stabil Jelang Pengumuman Indeks MSCI
Kejatuhan indeks akhir pekan lalu dipicu atas merosotnya mayoritas saham big cap, khususnya saham emiten tambang AMMN turun 9,27%, saham TINS melemah 14,88%, saham INDY melemah 14,82%, saham INCO melemah 13,89%, BREN melemah 11,83%, EMAS juga jatuh 12,22%.
Penurunan ini juga dipengaruhi pelemahan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar turun 7,80%, sektor energi 4,59%, sektor industry 4,55%, sektor transportasi 5,72%, dan sektor consumer primer 3,39%, dan sektor keuangan 1,48%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor kesehatan 0,70.

