Investor Asing Buang Saham BBRI, BBCA, dan BMRI hingga Rp 16,1 Triliun per April, Bakal Berlanjut di Mei?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing melepas tiga saham bank besar senilai Rp 16,1 triliun sepanjang April 2026. Ketiga bank ini berkontribusi sebanyak 94,59% terhatap total penjualan bersih (net sell) saham di seluruh pasar sepanjang periode sama bernilai Rp 17,02 triliun.
Berlanjutnya aksi jual saham oleh pemodal asing tersebut memicu kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak sebanyak 1,30% menjadi 6.956.
Berdasarkan data BEI, penyumbang utama net sell saham sepanjang April disumbangkan tiga saham bank papan atas berikut, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net sell saham Rp 5,89 triliun dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net sell senilai Rp 5,60 triliun.
Baca Juga
BRI (BBRI) Catat Laba Rp 15,5 Triliun hingga Kredit Capai Rp 1.562 Triliun per Triwulan I 2026
Net sell selanjutnya disumbangkan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 4,61 triliun. Disusul PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) senilai Rp 1,51 triliun melalui pasar negosiasi dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencapai Rp 1,43 triliun.
Adapun, pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 7,06 triliun sepanjang pekan ini atau periode 27-30 April. Tambahan tersebut menjadikan total net sell saham oleh investor asing sepanjang ytd telah mencapai Rp 49,87 triliun.
Harga Saham
Net sell jumbo tersebut juga diikuti dengan penurunan harga tiga saham bank papan atas tersebut. Data BEI menyebutkan, saham BBRI telah turun 11,01% menjadi Rp 2.990 sepanjang April 2026. Level penutupan tersebut merupakan harga BBRI terendah dalam enam tahun terakhir atau sejak pertengahan 2020.
Baca Juga
Laba Lampaui Estimasi, Saham Bank Mandiri (BMRI) Diganjar dengan Target Harga Ini
Begitu juga dengan saham BBCA menunjukkan penurunan lebih dari 9,30% menjadi Rp 5.850 sepanjang April 2026. Harga tersebut merupakan level terendah saham BBCA dalam enam tahun terakhir atau sejak pertengahan 2020.
Adapun saham BMRI dengan penurunan paling rendah mencapai 7,19% menjadi Rp 4.390 sepanjang April 2026. Level tersebut menjadi harga terendah saham BMRI dalam 4,5 tahun atau sejak pertengah 2022.

