Reli Bitcoin Melemah, Sejumlah Indikator Berbalik 'Bearish'
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Reli Bitcoin mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan di akhir pekan. Harga sempat menyentuh level US$ 79.400 sebelum terkoreksi dan diperdagangkan di kisaran US$ 77.000.
Sejumlah indikator utama mengindikasikan potensi tekanan jangka pendek. Data dari Coinglass menunjukkan indeks premium Coinbase berbalik negatif ke -0,04% untuk pertama kalinya sejak 8 April 2026, setelah mencatat tren positif selama 14 hari berturut-turut.
Indeks ini mengukur selisih harga antara Coinbase dan Binance. Perubahan ke zona negatif mencerminkan melemahnya permintaan dari investor institusi Amerika Serikat dan meningkatkan ketergantungan pasar pada aliran dana dari luar negeri. Kondisi ini umumnya berkorelasi dengan fase konsolidasi atau penurunan harga.
Baca Juga
Bitcoin Bertahan di Atas US$ 79.000 di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran, Sentimen Bullish Meningkat
Melansir Cointelegraph, Selasa (28/4/2026) di sisi lain, posisi investor besar atau “paus” di Bitfinex masih berada di dekat puncak siklus, dengan eksposur panjang sekitar 79.342 BTC, sedikit di bawah rekor 80.100 BTC. Kondisi ini dinilai mencerminkan terbatasnya potensi kenaikan lanjutan dalam jangka pendek.
Tekanan tambahan juga datang dari kegagalan harga Bitcoin untuk menembus level harga realisasi pemegang jangka pendek (short-term holder realized price/STHRP) di kisaran US$ 79.200. Level ini mencerminkan rata-rata biaya akumulasi investor jangka pendek yang cenderung lebih sensitif terhadap volatilitas harga.
Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi aksi jual dari investor baru masih tinggi dan dapat menekan pergerakan harga lebih lanjut. Sementara itu, dimulainya konferensi Bitcoin global juga dinilai berpotensi menjadi faktor tambahan pelemahan, seiring pola historis yang menunjukkan kecenderungan harga terkoreksi setelah momentum pra-acara mereda.
Baca Juga
Bitcoin Gagal Tembus US$ 80.000, Pasar Kripto Masih Rentan Koreksi
Harga Bitcoin tercatat melemah dalam perdagangan 24 jam terakhir, seiring tekanan pasar yang meningkat setelah reli jangka pendek. Berdasarkan data CoinMarketCap, Selasa (28/4/2026) pukul 07.45 WIB, Bitcoin diperdagangkan di level US$77.420,36 atau turun 1,79%.
Pergerakan intraday menunjukkan volatilitas yang cukup tajam. Bitcoin sempat berada di kisaran US$ 78.600 pada awal perdagangan sebelum mengalami penurunan signifikan hingga mendekati level US$ 76.500. Setelah itu, harga bergerak fluktuatif dan mencoba pulih terbatas ke area US$ 77.000.
Dari sisi fundamental pasar, kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sebesar US$ 1,55 triliun, turun 1,78% dalam 24 jam. Sementara itu, volume perdagangan harian mencapai US$ 37,43 miliar, melonjak 69,04%, mengindikasikan meningkatnya aktivitas jual beli di tengah tekanan harga.
Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar berada di level 2,42%, mencerminkan likuiditas yang masih relatif terjaga. Adapun total pasokan Bitcoin saat ini mencapai 20,02 juta BTC dari maksimum suplai 21 juta BTC.
Koreksi harga ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan jual jangka pendek, setelah sebelumnya Bitcoin mencatat reli yang mendorong harga mendekati level psikologis US$ 80.000. Pelaku pasar kini mencermati potensi konsolidasi lanjutan seiring belum kuatnya momentum untuk melanjutkan kenaikan.

