IHSG Sesi I Rebound 0,65%, Saham IFSH dan BOBA Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (27/4/2026), ditutup naik 46,13 poin (0,65%) menjadi 7.175. Rentang pergerakan 7.115-7.230 dengan nilai transaksi Rp 9,63 triliun.
Kenaikan ini didukung penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar 2,37%, sektor consumer primer 1,43%, teknologi 1%, infrastruktur 0,96%, keuangan 0,69%, consumer non primer 0,82%. Sebaliknya saham dengan penurunan dicatat sektor kesehatan 0,01%.
Baca Juga
Sedangkan saham dengan kenaikan harga tertinggi, yaitu saham JAWA menguat 27,45% menjadi Rp 195, IFSH menguat 24,88% menjadi Rp 2.560, BOBA naik 24,76% menjadi Rp 262, ESIP naik 23,86% menjadi Rp 109, dan DEFI menguat 22,35% menjadi Rp 208.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah -3,38% menuju level 7,129 dengan net foreign sell sebesar Rp 3,02T. Pelemahan ini didorong oleh kekhawatiran pasar terkait kondisi mata uang rupiah yang sempat menyentuh level Rp 17.300/USD. Disamping itu,terdapat rebalancing yang menegaskan bahwa penentuan indeks BEI kini tidak lagi semata berbasis kapitalisasi pasar, melainkan lebih menitikberatkan pada likuiditas, free float, dan kualitas distribusi kepemilikan saham.
Baca Juga
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham masih berhasil torehkan lompatan harga, seperti auto reject atas (ARA), yaitu saham IFSH naik 24,88% menjadi Rp 2.560, BOBA naik 24,76% menjadi Rp 262, DEFI naik 24,71% menjadi Rp 212, saham PSDN melesat 34,46% menjadi Rp 199, BRNA naik 24,41% menjadi Rp 790, dan BNBA naik 24,46% menjadi Rp 865. Kenaikan pesat juga melanda saham CTTH sebanyak 23,85% menjadi Rp 161 dan SMMT menguat 13,02% menjadi Rp 2.170.

