Saat IHSG Ditutup Turun Tipis 2,21 Poin, Sejumlah Saham Ini justru ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (16/4/2026), akhirnya ditutup turun tipis 2,21 poin (0,03%) menjadi 7.621. Indeks begerak fluktuatif dalam rentang 7.575-7.705 dengan nilai transaksi Rp 16,17 triliun.
Penurunan tersebut dipicu pelemahan sejumlah sektor saham, seperti material dasar, energi, consumer primer, property, infrastruktur. Sebaliknya kenaikan melada saham sektor transportasi dan kesehatan. Keuangan juga naik tipis.
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Targetkan Operasional Tambang Emas Martabe Pulih Mei 2026
Meski indeks turun tipis, beberapa saham ini catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu DEFI naik 34,44% menjadi Rp 121, KRYA naik 34,33% menjadi Rp 90, dan LABA menguat 34,19% menjadi Rp 157.
ARA juga melanda saham WBSA sebanyak 25% menjadi Rp 550, BFIN naik 24,83% menjadi Rp 905, SMDM naik 24,79% menjadi Rp 730, BIKE menguat 24,55% menjadi Rp 685, SOTS naik 24,62% menjadi Rp 1.215, dan MLPT naik 19,96% menjadi Rp 29.150.
Baca Juga
Dividen Teladan Prima Agro (TLDN) Naik 74,7% Jadi Rp 701,05, Catat Tanggal Pembagiannya
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 52,36 poin (0,68%) menjadi 7.623. Pelemahan diikuti dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,16 triliun, terbesar BBRI sebanyak Rp 706,57 miliar dan BBCA mencapai Rp 263,83 miliar.
Pelemahan indeks kemarin dipicu kejatuhan saham sektor infrastruktur dengan koreksi 1,33%, sektor kesehatan 2,81%, sektor konsumer primer 1%, sektor material dasar 0,44%, dan sektor energi 0,27%. Sebaliknya saham sektor transportasi, industri, konsumer non primer, hingga properti menguat.
