Sri Mulyani: Sinergi BAS Tingkatkan Digitalisasi Keuangan Daerah
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, sinergi Badan Akun Standar (BAS) dapat meningkatkan digitalisasi dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Sinergi BAS diperlukan untuk meningkatkan efektivitas intervensi fiskal di dalam seluruh siklus pengelolaan keuangan daerah dan negara, dari mulai perencanaan, penganggaran, hingga pelaporan,” kata Sri Mulyani dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi (TP2DD) di Jakarta, Selasa (03/10/2023).
Menkeu menjelaskan, BAS merupakan daftar kodefikasi dan klasifikasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait transaksi keuangan yang disusun secara sistematis sebagai pedoman dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan anggaran, dan pelaporan keuangan pemerintah. "Kodefikasi dalam BAS digunakan dalam sistem yang terintegrasi," ujar dia.
Menurut Sri Mulyani, dengan adanya BAS, pemerintah pusat mampu melacak dan mengawasi kebijakan fiskal suatu daerah melalui Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) dan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).
“Dua sistem ini yang satu pemerintahan, coding yang satu harus sinkron dan menggunakan coding yang konsisten melalui BAS, sehingga kita bisa melakukan tracing, monitoring, dan mengukur dampak pembangunan dari operasi APBN dan APBD,” tutur dia.
Sri Mulyani mengungkapkan, digitalisasi pada dasarnya memudahkan pengelolaan anggaran daerah dengan membuat semua transaksi keuangan daerah transparan dan tersinkronisasi satu dengan yang lainnya. "Sinkronisasi menjadi aspek yang penting dalam digitialisasi pemerintah pusat dan daerah," tandas dia.

