Bawa Multipler Effect Besar, Kemenko Perekonomian Dukung Penuh PSN Dan One Map Policy
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendukung penuh realisasi proyek strategis nasional (PSN) dan One Map Policy (Kebijakan Satu Peta). Sebab, program tersebut mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 dan membawa multiplier effect besar bagi pertumbuhan ekonomibangsa.
Deputi Bidang Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Wahyu Utomo mengatakan, pembangunan yang merata di seluruh wilayah menjadi aspek yang terus didorong pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Kemenko Perekonomian mengemban tugas koordinasi dan sinkronisasi perumusan, penetapan, pelaksanaan serta pengendalian kebijakan Kementerian/Lembaga mengenai isu pengembangan wilayah dan tata ruang.
Baca Juga
“Sejumlah kebijakan strategis yang menjadi dasar dalam pembangunan ekonomi berbasis pengembangan wilayah telah dirampungkan dan mencatatkan capaian yang signifikan, khususnya terkait transformasi infrastruktur,” terangnya saat Media Briefing Progres Proyek Strategis Nasional (PSN), Kebijakan Satu Peta, dan Reforma Agraria Tahun 2024 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, di Jakarta, belum lama ini.
Dia menambahkan, Kemenko Perekonomian mendorong program pemerintah, terutama PSN dan One Map Policy . Kebijakan tersebut adalah dua hal yang difokuskan, karena dampaknya sangat signifikan untuk mempercepat pembangunan di Indonesia.
Kebijakan Satu Peta tahun 2023 telah berhasil mengukir capaian, yakni penurunan tumpang tindih Peta Indikatif Tumpang Tindih Informasi Geospasial Tematik (PITTI) sebesar 9 % atau setara 29,5 juta hektare lahan dari 77,4 juta hektare lahan di 2019 menjadi 47,9 juta hektar lahan pada tahun 2023. Dengan capaian 157 Informasi Geospasial Tematik (IGT) telah dikompilasi, dimana 133 IGT telah terintegrasi dan 141 IGT telah dapat dilakukan berbagi pakai data oleh para Kementerian terkait.
Baca Juga
PSN Serap 2,71 Juta Tenaga Kerja, Terbanyak Masih di Pulau Jawa
Terkait percepatan Reforma Agraria ditorehkan beberapa capaian, seperti program seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang mencapai 261,4% dari target atau 10,19 juta dari target yang ditentukan yakni 3,9 juta, serta redistribusi tanah yang tercapai sebesar 358,2% atau 1,43 juta ha dari target 0,4 juta ha.
Dalam kesempatan tersebut, Deputi Wahyu juga menjelaskan, PSN yang tahun 2023 telah diselesaikan sebanyak 37 PSN senilai Rp 475,4 triliun, terdiri atas 7 bendungan, 3 pelabuhan, 5 jalan tol, 4 kawasan, 5 sektor perkerataapian, 3 bandara, 1 energi, 1 pendidikan, 1 teknologi, 5 pos lintas batas negara, dan 2 ketenagalistrikan.
Dengan penambahan penyelesaian tersebut, maka secara keseluruhan total PSN yang telah diselesaikan sejak tahun 2016 hingga 2023 menjadi 190 PSN, dengan nilai investasi sebesar Rp1.515,4 triliun, dan diperkirakan telah menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 2,71 juta.
Lebih jauh, dia mengatakan, infrastruktur PSN telah memberikan berbagai manfaat, yakni menjadi penunjang konektivitas. Dengan beroperasinya 24 pelabuhan baru dan peningkatan pelayanan 60 pelabuhan penyeberangan, PSN mampu menguatkan infrastruktur poros maritim. Selain itu, juga terdapat infrastruktur udara yang telah dioperasikan seperti 19 bandar udara baru, dan 6 lokasi fasilitas kargo udara yang akan mempermudah arus logistik.
PSN juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi angkutan jalan dengan penambahan 2.864,4 km jalan tol baru dan 2.650 km jalan baru. Pada sektor ketahanan energi, PSN juga berkontribusi dalam peningkatan ketesediaan dan distribusi kelistrikan dengan menyediakan 20,6 GW pembangkit Listrik baru, dan menyambungkan jaringan transmisi sepanjang 1.172 km. Infrastruktur PSN juga mampu meningkatkan potensi produksi gas bumi sebesar 23,3 MTPA atau 3,3 BCFD.

