Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS Setelah Pengumuman RDG BI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (21/1/2026). Rupiah menguat ke posisi Rp 16.963 per US$ atau menguat 0,10%.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan upaya Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Januari 2026 sejalan dengan ekspektasi pasar. BI fokus pada stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
“Keputusan ini menandai pertemuan keempat berturut-turut BI, mempertahankan suku bunga acuannya,” ujar Andry.
Di tengah upaya BI mempertahankan nilai tukar rupiah, IHSG mengalami pelemahan. Ini terjadi karena aksi ambil untung setelah indeks mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa. IHSG ditutup melemah 1,4% ke level 9.010.
Baca Juga
IHSG Anjlok 1,36% Hari Ini Dipicu Rupiah dan Saham Konglomerasi, Bagaimana Selanjutnya?
Nilai transaksi saham mencapai Rp 34,1 triliun. Sehingga rata-rata nilai transaksi harian sepanjang 2026 meningkat menjadi Rp 28,9 triliun. Investor asing mencatatkan arus keluar bersih atau net outflow sebesar Rp 1,9 triliun.
Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun naik 1,2 basis poin (bps) ke 6,33%. Sementara itu, imbal hasil obligasi negara berdenominasi US$ tenor 10 tahun turun 0,5 bps ke 5%.
Pada hari ini, rupiah diperdagangan pada kisaran Rp 16.935-16.968.

