Rupiah Makin Loyo, Rosan Beri Respons yang Tenangkan Investor
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, memberikan respons terkait tren depresiasi nilai tukar rupiah yang semakin loyo terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ia meyakini pergerakan nilai tukar rupiah saat ini masih dalam rentang yang bisa diterima oleh para investor.
"Sebetulnya ini kan kalau kita lihat ya, ini karena kan USD itu kan bukan satu kenaikan yang meningkat terus, ini kan masih naik turun-naik turun, dan saya melihat ini masih dalam range yang sangat-sangat acceptable oleh investor luar juga," kata dia saat ditemui usai menyampaikan paparan Realisasi Investasi Triwulan IV Tahun 2025 di kantor BKPM, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Menurut Rosan, tren depresiasi nilai tukar rupiah tidak akan mengganggu iklim investasi di Tanah Air. Pasalnya para investor akan terlebih dahulu memperhatikan pergerakan nilai tukar rupiah sebelum memutuskan investasi.
Baca Juga
Rupiah Kembali Melemah Terhadap Dolar AS, Diprediksi Bisa Sentuh Rp 17.000 per US$
"Jadi mereka sudah memperhatikan kok pergerakan dari mata uang kita, pada saat mereka berinvestasi ke Indonesia. Jadi pergerakan itu sudah masih dalam range yang sangat-sangat acceptable," ungkapnya.
Rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi Kamis sore (15/1/2026). Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat rupiah tergelincir di posisi Rp 16.880 per US$.
Dengan pelemahan ini, rupiah mengalami depresiasi sebesar 0,92% secara tahun berjalan.

