Misi Purbaya Benahi Bea Cukai, Targetkan Rampung Maret 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan upaya pembenahan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) akan mulai terlihat tahun depan.
"Mereka sudah melakukan perbaikan dengan signifikan, Saya harapkan nanti, Maret tahun depan gambaran Bea Cukai akan jauh berbeda, dengan yang kemarin-kemarin,” kata Purbaya, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, diakses Senin (15/12/2025).
Upaya membenahi Bea Cukai dilakukan karena menyangkut kepercayaan masyarakat. Selain itu, perbaikan juga dilakukan untuk kelancaran arus barang dan optimalisasi penerimaan negara.
Untuk itu Purbaya menegaskan, pembenahan dilakukan dengan melibatkan penggunaan teknologi dan digitalisasi untuk mempercepat arus barang. Pelabuhan akan dipasangi alat pindai peti kemas berupa x-ray yang terhubung dengan sistem akal imitasi (AI) bernama Trade AI. Dua teknologi ini diharapkan dapat meminimalkan kebocoran dan menutup celah manipulasi harga melalui under invoicing.
Sebelum menggunakan teknologi AI, pengecekan dokumen pemberitahuan impor barang atau PIB dilakukan secara manual. Hasilnya, tiap hari seorang pegawai Bea Cukai hanya dapat menyelesaikan 10-14 dokumen.
“Jadi lambat sekali,” ujar dia.
Purbaya menekankan proses dan tata kelola kepabeanan di pelabuhan harus cepat, sederhana, dan berintegritas. Trade AI yang digunakan Bea Cukai dapat membandingkan harga produk di pasaran, hingga tarif yang dikenakannya.
“Jadi begitu barangnya masuk, langsung di check-in. Langsung dibandingkan dengan harga di marketplace di Indonesia, juga dilakukan pengecekan (harga) di marketplace luar negeri,” ucap dia.
Baca Juga
Purbaya Ancam Rumahkan 16.000 Pegawai Bea Cukai, Begini Respons Menpan RB
Purbaya berharap petugas Bea Cukai bisa bergerak cepat. Dia sendiri meyakini kemampuan para petugas tersebut, terlihat saat menggarap sistem pindai dan sistem digital yang dikembangkan.
“Rupanya, memang orang bea cukai pintar-pintar. Hanya tinggal 'digebuk' saja,” kata dia.
Upaya memperbaiki tata kelola DJBC ini menjawab wacana pembekuan lembaga tersebut. Saat bertemu dengan pengusaha di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Purbaya mengatakan pihaknya memang tengah membenahi Bea Cukai selama setahun mendatang. Jika dalam setahun Bea Cukai tak berbenah, Purbaya mengancam akan membekukannya.
“Saya ganti SGS (Societe Generale de Surveillance -sebuah perusahaan pengawasan asal Swiss, red)-“ kata dia.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bea Cukai (Dirjen BC) Djaka Budi Utama merespons pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sebagai bentuk koreksi.
Baca Juga
Tanggapi Rencana Pembekuan, Dirjen Bea Cukai: Itu Bentuk Koreksi
“Intinya bahwa itu adalah bentuk koreksi. Bentuk koreksi untuk Bea Cukai,” kata Djaka, usai menghadiri pemusnahan barang sitaan Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Djaka menjelaskan akan berupaya lebih baik mereformasi Bea Cukai. Dia juga tak ingin sejarah pembekuan Bea Cukai yang terjadi pada 1985-1995 terulang.
“Bea Cukai harus berbenah diri untuk menghilangkan image negatif,” kata dia.

