Rupiah Menguat di Tengah Sikap 'Dovish' Bank Sentral AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (2/12/2025). Rupiah terparkir di posisi Rp 16.632 per US$.
Rupiah menunjukkan penguatan setelah Senin (1/12/2025) menguat di posisi Rp 16.668 per US$.
Pengamat uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar masih terpengaruh kemungkinan the Fed memangkas suku bunga acuannya. Prediksi pasar, the Fed 87,4% akan memangkas suku bunganya pada Desember 2025.
Selain itu, pasar juga mencermati sosok pengganti Ketua the Fed, Jerome Powell. Nama penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett menjadi pertaruhan penting bank sentral. Ini mengingat sosok Kevin yang menjadi orang kepercayaan Donald Trump.
Baca Juga
Dari dalam negeri, pasar mencermati kebijakan pemerintah di sisa kuartal IV-2025. Di sisi lain, laju inflasi nasional yang melemah pada November 2025, di kisaran 2,72% secara tahunan.
Posisi utang pemerintah per akhir kuartal III-2025 mencatat senilai Rp 9.408,64 triliun. Rasio utang terhadap PDB telah mencapai 40,30%.
Utang ini didominasi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Rp 8.187,55 triliun dan pinjaman sebesar Rp 1.221,09 triliun. Utang yang berasal dari penerbitan SBN mengalami lonjakan sebesar 2,59% dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar Rp 7.980,87 triliun.

