Pasar SBN Cenderung Sideways di Tengah Ekspektasi Dovish Pivot The Fed
JAKARTA, investortrust.id – Pergerakan pasar sekunder Surat Berharga Negara (SBN) diperkirakan datar atau sideways pada perdagangan sepanjang hari ini, Kamis (7/12/2023).
Macro Strategist PT Samuel Sekuritas Indonesia, Lionel Priyadi, meramal yield atau imbal hasil surat utang Pemerintah RI berdenominasi rupiah tenor 10 tahun (10Y INDOGB) akan bergerak dalam rentang level 6,55% hingga 6,65%.
Sedangkan yield surat utang tenor 2 tahun (2Y) dan 5 tahun (5Y) INDOGB di rentang 6,5%- 6,6%. ‘’Sementara itu, Rupiah diperkirakan bergerak stabil di rentang Rp 15.500 hingga Rp 15.600 per dolar AS,’’ ulas Lionel dalam riset harian yang diterbitkan, Kamis (7/12/2023).
Baca Juga
Resmi Melantai, Saham Produsen Sarung Tangan (SURI) Stagnan Rp 170
Adapun rekomendasi Samuel Indonesia untuk pasar surat utang negara hari ini terdiri dari: FR0096, FR0097, FR0098, FR0100, FR0101.
Asumsi pergerakan SBN mengacu pada maraknya aksi beli obligasi di pasar global. Pada perdagangan Rabu (6/12/2023) atau dini hari WIB, tercatat penurunan yield 10Y UST (surat utang pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun) dan Bunds (surat utang Pemerintah Jerman) masing-masing sebesar -6 dan -5 bps menjadi 4,1% dan 2,2%.
Aksi beli ini juga berdampak positif terhadap obligasi di emerging market, yang tercermin dari kenaikan indeks EMBI 0,6%.
Baca Juga
‘’Berlanjutnya sentimen bullish di pasar global tadi malam disebabkan oleh ekspektasi dovish pivot The Fed yang semakin menguat dengan kemungkinan pemangkasan suku bunga pertama dimulai pada kuartal I-2024 atau tepatnya di bulan Maret. Pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 125 bps menjadi 4,25% tahun ini,’’ urai Lionel.
Sebagai catatan, pivot The Fed terjadi ketika perekonomian yang mendasarinya telah berubah sedemikian rupa, sehingga The Fed tidak dapat lagi mempertahankan kebijakan moneternya saat ini.
Namun, kata dia, ekspektasi ini masih perlu diuji dengan rilis data pasar tenaga kerja AS hari Jumat (8/12/2023) dan inflasi CPI hari Selasa pekan depan (12/12/2023). Pasar memperkirakan nonfarm payrolls akan naik menjadi 180.000 (Oct: 150.000) dan tingkat pengangguran bertahan pada level 3,9%.

