Pemerintah Targetkan Realisasi Belanja Negara Tembus 95% di Akhir 2025
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi melalui percepatan realisasi belanja negara pada akhir tahun 2025, termasuk program prioritas nasional untuk mendukung target pembangunan sektor sosial dan infrastruktur dasar. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Airlangga mengatakan, realisasi belanja sejumlah lembaga dan kementerian besar saat ini sekitar 70%. Pemerintah menarget realisasi belanja negara dapat menembus angka 95% pada akhir 2025 nanti.
“Terkait dengan akselerasi belanja itu sampai hari ini, kementerian, lembaga besar sudah sekitar 70% dan diharapkan nanti pada saat di akhir tahun bisa mencapai 95%," katanya.
Baca Juga
Pemerintah Beri Diskon Tarif Tol hingga 20% di 26 Ruas untuk Libur Nataru
Untuk itu, pemerintah mengakselerasi berbagai program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Beberapa di antaranya, makan bergizi gratis (MBG), cek kesehatan gratis, sekolah rakyat, hingga listrik perdesaan.
"Termasuk program-program unggulan Bapak Presiden MBG, Sekolah Rakyat, cek kesehatan gratis, listrik perdesaan juga terus akan diakselerasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Airlangga memaparkan laporan mengenai kebijakan diskon transportasi publik yang telah diumumkan pemerintah menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru. Diskon diberlakukan untuk perjalanan darat, melalui pelabuhan, dan sektor penerbangan.
Airlangga membeberkan, pemerintah memberikan diskon 30% untuk 1,5 juta penumpang kereta api pada periode 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, disko tarif angkutan laut sebesar 20% untuk 405.881 penumpang pada periode 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
"Diskon tiket pesawat besarnya 13 sampai 14% periodenya 22 Desember sampai 10 Januari targetnya 3,5 juta penumpang, kemudian diskon tarif tol yang besarnya 10-20 persen," katanya.
Selanjutnya, Airlangga menyampaikan rangkaian stimulus tersebut diharapkan meningkatkan belanja masyarakat pada awal tahun. Airlangga pun menjelaskan beberapa agenda belanja nasional yang masuk dalam proyeksi tersebut.
“Dari program belanja itu diharapkan spending masyarakat pada waktu bulan Januari sebesar Rp 116 triliun, dan Rp 116 triliun itu terdiri dari hari belanja nasional yaitu 10-16 Desember, transaksinya diperkirakan Rp 33-34 triliun. Belanja di Indonesia saja targetnya bisa sampai 30 triliun dengan 18 (Desember)-4 Januari, kemudian epic sale itu di minimarket itu 1-31 Desember target transaksinya Rp 56 triliun," jelasnya.
Baca Juga
Evaluasi Nataru 2024, Kakorlantas Sebut Masih Ada Petugas Kepolisian yang Jadi Korban
Di samping itu, dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga melaporkan hasil kerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui penandatanganan nota kesepahaman memorandum of understanding (MoU) terkait investasi proyek industri strategis senilai Rp 36,4 triliun. Airlangga menjelaskan seluruh proyek investasi akan ditempatkan di Kawasan Industri Batang yang telah diresmikan sebelumnya.
“Proyek itu antara lain terkait dengan proyek baja 1 juta ton, kemudian pengolahan daging dan produk kelautan, kemudian perdagangan nikel iron, kemudian proyek R&D daripada tekstil dan high end. Kemudian terkait dengan batu bara, dan juga kerja sama bahan baku terkait dengan tekstil. Dan juga proyek kerja sama industri teh dan melati, dan juga direct sourcing terkait dengan produk agrikultur termasuk kelapa dan durian,” jelas Menko.

