Purbaya Sebut Penempatan Dana Rp 76 T Kerek Likuiditas Domestik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan telah kembali menyalurkan dana pemerintah sebesar Rp 76 triliun untuk BNI, Bank Mandiri, BRI, dan Bank DKI.
“Pada 10 November 2025, pemerintah kembali menempatkan dana Rp 76 triliun di BRI, Mandiri, BNI, dan Bank DKI,” kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa edisi November 2025, di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Purbaya berharap penyaluran tersebut diharapkan menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal. Pasalnya, kata Purbaya, Kementerian Keuangan melihat terjadi penurunan base money atau M0.
“Tadinya base money-nya tumbuh 13,3%, di bulan Oktober turun sedikit ke 7,8% jadi kita pikir mungkin perlu didorong memasukkan lagi Rp 76 triliun,” ucap dia.
Dari penempatan tersebut, tiga bank pemerintah masing-masing mendapat penempatan dana sebesar Rp 25 triliun. Sementara itu, Bank DKI mendapat Rp 1 triliun.
Baca Juga
Purbaya Ungkap Alasan Tambah Rp 76 Triliun ke Sistem Perbankan
Setelah penempatan tersebut, Purbaya menjelaskan terjadi peningkatan likuiditas domestik. Ini terbukti dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang stabil di 11,5% dan pertumuhan kredit yang solid di 7,4% pada Oktober 2025.
“Dampak penuh tambahnya likuiditas itu sampai dengan 2-3 bulan sejak uang itu diinjeksikan, baru kita lihat impact penuhnya di Desember-Januari,” ucap dia.
Menurut Purbaya, penempatan dana pemerintah ini memberi dampak penurunan suku bunga deposito perbankan. Suku bunga deposito 6 bulan turun dari 6% menjadi 5,2% pada September 2025.
“Penurunan ini diharapkan diteruskan kepada masyarakat melalui suku bunga kredit tertimbang,” kata dia.
Oktober 2025, suku bunga kredit perbankan tertimbang berada di 9% turun dari 9,12% pada bulan Juli 2025. Ini, kata Purbaya, mengindikasikan intervensi pemerintah menurunkan cost of fund untuk mendukung aktivitas investasi dan konsumsi.
Sementara itu, penempatan dana pemerintah jilid pertama yang sebesar Rp 200 triliun ke lima himpunan bank milik negara atau himbara dan BSI, hingga 31 Oktober 2025, telah tersalurkan Rp 188 triliun.

