Menkeu Purbaya: Tidak Ada Target Khusus Penempatan Dana Rp200 Triliun untuk Kopdes
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak menetapkan target khusus terkait penempatan dana sebesar Rp200 triliun bagi Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih (KDKMP).
“Tidak ada ditargetkan,” ujar Purbaya usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (15/9/2025).
Menurutnya, dana tersebut sudah tersedia di perbankan sehingga koperasi desa dapat langsung memanfaatkannya melalui mekanisme pengajuan kredit. “Jadi uangnya sudah ada, tinggal dipakai. Tapi, skemanya normal lah, normalnya kopdes,” tambahnya.
Berdasarkan data dari pertemuan yang digelar bersama Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, diketahui hingga kini telah terbentuk 81.702 KDKMP melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Dari jumlah itu, 81.480 di antaranya sudah berbadan hukum. Partisipasi masyarakat terlihat dari 875.889 orang yang tercatat sebagai anggota dan 681.296 orang sebagai pengurus.
Baca Juga
Dana Rp200 T Ternyata Bisa Mengalir ke Kopdes, Zulhas: Menkeu Ini Emang 'Beneran' Koboi
Selain itu, sebanyak 41.952 KDKMP sudah memiliki akun SIMKOPDES, sistem informasi untuk mendukung tata kelola kelembagaan desa. Tercatat pula 9.093 pembaruan profil SIMKOPDES serta 351 permohonan program kemitraan dari KDKMP.
Sementara berdasarkan paparan dari Danantara Indonesia disebutkan, per 13 September 2025, total estimasi pinjaman dari koperasi calon debitur mencapai Rp1,06 triliun. Pendanaan ini melibatkan empat bank, yakni BRI, Mandiri, BNI, dan BSI, yang fokus mendukung 1.064 unit KDKMP existing di desa mandiri.
Secara rinci, BRI mendanai 400 unit dengan total Rp400 miliar (capex Rp96,2 miliar dan opex Rp30,8 miliar). Bank Mandiri menyalurkan Rp310 miliar untuk 310 unit (capex Rp74,5 miliar dan opex Rp235,4 miliar). BNI membiayai 300 unit senilai Rp300 miliar (capex Rp72,2 miliar dan opex Rp227,8 miliar). Sementara itu, BSI mendukung 54 unit dengan total Rp54 miliar (capex Rp13 miliar dan opex Rp41 miliar).
Dengan demikian, total pembiayaan dari keempat bank tersebut mencapai Rp1,06 triliun, yang terdiri dari Rp255,9 miliar belanja modal dan Rp808 miliar belanja operasional.

