Harga Beras Premium dan Medium Turun Secara Bulanan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya penurunan harga beras tingkat premium dan medium. Ini terjadi karena turunnya harga beras di tingkat penggilingan secara bulanan sebesar 0,54%, meski naik 5,62% secara tahunan.
Berdasarkan data, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan turun dari Rp 13.512 per kilogram menjadi Rp 13.439 per kilogram.
“Jika kita pilah menurut kualitas beras di penggilingan maka (harga) beras premium 0,71% secara bulanan, tapi naik 4,96% secara tahunan. Beras medium 0,46% secara bulanan tapi naik 6,13% secara bulanan,” kata Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS, Pudji Ismartini di kantornya, Jakarta, Senin (3/11/2025).
Sementara itu, harga beras di tingkat grosir mengalami deflasi sebesar -0,18% secara bulanan, namun mengalami inflasi secara tahunan sebesar 5,2%. Harga rata-rata beras di tingkat grosir tercatat sebesar Rp 14.264 per kilogram.
Baca Juga
Bulog Reprocessing Beras yang Alami Penurunan Mutu agar Layak Konsumsi
Serupa dengan di tingkat grosir, harga beras di tingkat eceran juga mengalami deflasi pada bulanan dan inflasi secara tahunan. Harga beras di tingkat eceran turun -0,27% secara bulanan dan naik 3,86% secara tahunan. Sementara itu, harga rata-rata beras di tingkat eceran tercatat sebesar Rp 15.341 per kilogram.
Secara umum, komoditas beras menjadi salah satu peredam inflasi pada Oktober 2025. Deflasi harga beras pada Oktober 2025 lebih dalam jika dibandingkan September 2025. Deflasi harga beras mengalami deflasi -0,27%.
Beras yang mengalami inflasi pada Oktober 2022 dan 2023 terus mengalami deflasi pada 2024 dan 2025. Sebanyak 23 provinsi mengalami deflasi beras, 3 provinsi mengalami harga beras yang stabil, dan 12 provinsi inflasi beras.

