Kemendag Respons Temuan Beras Premium Diisi Kualitas Medium
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) merespons perihal adanya temuan penjualan beras premium, tapi berisi beras medium.
Menurut Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, hingga saat ini Kemendag masih melakukan pemantauan terkait temuan tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Roro saat ditemui usai hadir dalam acara open house atau gelar griya Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani pada momen Idulfitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025 hari kedua di Jalan Widya Chandra V Nomor 27, Jakarta Selatan, Selasa (1/4/2025).
"Kalau untuk beras, untuk MinyaKita, semuanya kita juga turut memantau," ujar Roro.
Roro menjelaskan, Kemendag akan mengambil tindakan tegas untuk setiap pelanggaran seperti menjual beras premium namun isinya merupakan beras medium. Selain itu, Kemendag juga akan menindak tegas pengusaha nakal yang 'sunat' isi dalam kemasan MinyaKita.
"Jadi kalau misalnya ada yang tidak sesuai dengan kemasan, misalnya itu kan 5 kg gitu, nanti kita harus bergerak dengan Satgas Pangan untuk kemudian melakukan penindakan. Karena kan yang menindak memang bukan Kemendag, tapi Satgas Pangan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Roro menyebut, selama momen Lebaran 2025 ini, Kemendag turut memantau perkembangan harga bahan pokok di pasar. Lalu, Kemendag juga telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga harga bahan pokok dan meningkatkan daya beli masyarakat dengan menggelar operasi pasar di 3.992 titik.
"Kemarin sudah terlaksana dengan baik, dengan sukses operasi pasar dengan langkah-langkah kita sebetulnya untuk menaikkan daya beli masyarakat menjelang Idulfitri, pas lagi kemarin bulan puasa gitu ya," jelas ia.
Roro menambahkan, Kemendag juga berupaya untuk menstabilkan harga. Menurutnya, hal itu beroperasi cukup maksimal, di 3.992 titik di seluruh Indonesia.
"Kita melakukan pemantauan juga semuanya kondusif," pungkas Roro.

