Pemerintah Genjot Pendalaman Pasar Keuangan untuk Jaga Pertumbuhan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pemerintah terus memperluas akses pembiayaan dan memperdalam pasar keuangan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya ini menjadi bagian penting dari strategi memperkuat fondasi ekonomi di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.
Deputi I Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengatakan, langkah memperdalam pasar keuangan masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan, baik di sektor pasar modal, obligasi, maupun perbankan.
“Ini masih perlu terus dilakukan. Kita masih punya cukup ruang untuk meningkatkan pendalaman pasar keuangan ini, baik dari sisi pasar modal, pasar obligasi, maupun perbankan,” ujar Ferry saat Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Baca Juga
IHSG Berpotensi Rebound, Empat Saham Dipimpin MBMA Layak Dilirik
Ferry menuturkan, bila dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Malaysia, pasar obligasi Indonesia masih tertinggal dari sisi kedalaman dan likuiditas. Pemerintah berkomitmen mendorong pelaku pasar untuk lebih aktif dalam memperkuat ekosistem surat utang nasional. “Ini akan menjadi perhatian ke depan untuk meningkatkan pendalaman pasar keuangan kita,” katanya.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pendalaman pasar uang di pasar modal obligasi per September 2025 menunjukkan tren positif. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) tercatat menguat 0,87% secara bulanan atau 9,34% secara tahun kalender ke level 429,35. Sementara itu, rata-rata imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) turun 4,63 basis poin (bps) secara bulanan.
Namun demikian, investor nonresiden mencatat net sell di pasar SBN sebesar Rp 45,76 triliun sepanjang tahun berjalan hingga September 2025. Untuk pasar obligasi korporasi, investor asing juga mencatat net sell sebesar Rp 0,06 triliun secara bulanan.
IHSG Sentuh Rekor Tertinggi
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada September 2025 ditutup di level 8.061,06, menguat 2,94% secara bulanan dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 14.890 triliun. IHSG bahkan sempat menyentuh all-time high (ATH) di level 8.126,56 pada 24 September 2025, sementara kapitalisasi pasar mencapai rekor Rp 14.995 triliun pada 29 September 2025.
Baca Juga
Kinerja positif pasar modal juga tercermin dari pertumbuhan jumlah investor. Pada September 2025, terdapat 643.000 investor baru yang masuk ke pasar modal domestik. Secara kumulatif, sejak awal tahun hingga September, jumlah investor meningkat 3,79 juta menjadi 18,66 juta, atau naik 25,50% secara tahun kalender.

