Rupiah Ditutup Melemah di Sesi Penutupan Senin 19 September 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah ditutup melemah tipis di sesi penutupan perdagangan Senin sore (15/9/2025). Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah melemah -14 poin atau -0,08% menjadi Rp 16.405 per US$.
Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen geopolitik global menjadi salah satu penyebab melemahnya rupiah. Ini ditandai dengan meningkatnya serangan Ukraina terhadap infrastruktur minyak Rusia.
“Serangan tersebut berpotensi menghentikan produksi minyak Rusia dalam jumlah besar dan dapat memicu potensi gangguan pasokan, terutama untuk pasar utama Moskow, yaitu India dan China,” kata Ibrahim, Senin (15/9/2025).
Selain itu, perekonomian Amerika Serikat (AS) diproyeksi mengalami perlambatan. Ini ditandai dengan inflasi utama yang masih sedikit tinggi dan nonfarm payrolls (NFP) hampir terhenti pada Agustus 2025.
Baca Juga
Mata Uang Asia Menguat, Cuma Rupiah yang Loyo pada Awal Pekan Ini
Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 diproyeksi mengalami perlambatan. Kinerja ekspor juga diperkirakan melandai karena puncak ekspor terjadi pada Agustus 2025, sebelum penerapan tarif impor oleh Presiden AS Donald Trump.
Geliat perekonomian diperkirakan akan berbalik arah pada kuartal IV-2025. Rasa optimistis ini tumbuh sejalan dengan penyerapan insentif maupun stimulus yang digelontorkan pemerintah.
Pasar juga merespons positif paket stimulus dan penempatan dana yang diberikan pemerintah sebesar Rp 200 triliun ke lima bank pelat merah.
“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup menguat di rentang Rp 16.370 hingga Rp 16.420 per US$” kata dia.

