Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS di Sesi Senin Sore
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah melemah 38 poin terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (22/12/2025). Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat posisi rupiah berada di Rp 16.773 per US$. Posisi ini membuat rupiah terkoreksi 0,22% dibandingkan penutupan pada Jumat (19/12/2025).
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan investor mencermati membaiknya kondisi likuiditas domestik. Ini tercermin dengan percepatan tumbuhnya uang beredar atau M2 menjadi 8,3% secara tahunan pada November 2025.
“Perbaikan likuiditas ini memberikan dukungan yang lebih besar bagi aktivitas ekonomi dan pasar keuangan, sehingga menopang minat beli investor di pasar saham, khususnya pada sektor yang sensitif terhadap siklus pertumbuhan ekonomi,” kata Andry.
Baca Juga
BI Tegaskan Rupiah Wajib Diterima Meski Transaksi Digital Melesat
Pada hari ini, Andry mencatat rupiah bergerak pada kisaran Rp 16.740-16.784 per US$ hingga pukul 17.00 WIB.
Imbal hasil Surat Berharga Negara tenor 10 tahun naik 0,9 bps menjadi 6,16%. Sementara itu, imbal hasil obligasi berdenominasi dolar AS 10 tahun turun 0,2 bps ke 4,9%.
Andry meluhat pasar saham Asia menguat pada awal pekan perdagangan menjelang libur Natal. Ini didukung oleh berlanjutnya reli global di sektor teknologi dan semikonduktor, serta tanda-tanda awal Santa Claus Rally yang mendorong sentimen risk-on di tengah likuiditas pasar yang menipis.
Pasar modal domestik juga menguat 0,4% ke level 8.646. Penguatan IHSG ditopang naiknya sektor energi sebesar 2,5%, bahan baku sebesar 1,94%, dan sektor konsumen siklikal yang meningkat 0,8% seiring ekspektasi ketahanan konsumsi domestik pada kuartal IV-2025.

