Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS, Terkapar di Rp 17.768 per Dolar AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah melemah sebesar 0,14% dan berada di posisi Rp 17.768 per dolar AS pada pukul 09.17 WIB menurut data Bloomberg.
Sejumlah mata uang dunia bergerak melemah terhadap dolar AS. Selain rupiah, sejumlah mata uang di kawasan Asia bergerak melemah.
Yen Jepang mengalami pelemahan 0,03%, yuan China melemah 0,04%, dolar Hong Kong melemah 0,01%, ringgit Malaysia melemah 0,26%, dan dolar Singapura melemah 0,01%, serta baht Tailan melemah 0,31%.
Baca Juga
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan meski kesepakatan damai antara Iran dan AS mendekati perdamaian, namun masih ada persoalan yang ditinggalkan.
“Masih ada perselisihan mengenai isu-isu kunci tentang blokade Selat Hormuz,” kata Ibrahim.
Berdasarkan perkembangan situasi, Iran rencananya akan membuka Selat Hormuz. Akan tetapi, AS masih menutup Laut Oman.
Selain isu ini, salah satu wacana yang muncul di domestik AS yaitu kenaikan suku bunga bank sentral. Christopher Waller, salah satu anggota gubernur bank sentral, mendukung kenaikan suku bunga karena melihat potensi inflasi.
Sementara itu, Ketua the Fed, Kevin Warsh mengatakan tidak naif dengan tantangan yang dihadapinya ke depan. Ketika inflasi merangkak naik, dia bakal menaikkan fed fund rate.
“Walaupun kita tahu bahwa Presiden AS Donald Trump tidak menyerukan penurunan suku bunga dalam kondisi saat ini, tetapi ini yang membuat kemungkinan besar suku bunga tinggi masih akan terjadi sampai akhir tahun,” kata dia.
Di dalam negeri Indonesia, pembentukan BUMN ekspor, PT Danantara Sumberdaya Indonesia masih menjadi bagian dari pertimbangan pasar. Ibrahim melihat kebijakan ini mendapat kecaman dari lembaga pemeringkat nasional dan dianggap kurang pro pasar.

