Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS di Posisi Rp 16.669 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di posisi Rp 16.669 per US$. Berdasarkan pantauan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah melemah 0,10% dibandingkan penutupan pasar Jumat (12/12/2025) yang sebesar Rp 16.652 per US$.
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah yang melemah menandai penguatan indeks dolar AS atau DXY. Sinyal dovish dari the Fed, setelah memangkas suku bunganya pada pekan lalu, ditandai dengan upaya membeli obligasi pemerintah jangka pendek mulai Desember.
“Aktivitas pembelian aset the Fed menghadirkan prospek dovish untuk kebijakan moneter, terutama mengingat kondisi likuiditas lokal yang akan melonggar dengan suntikan dana tunai,” kata Ibrahim, Senin (15/12/2025).
Baca Juga
Rupiah Melemah di Awal Pekan Ketiga Desember, Investor Berhati-hati
Fokus pasar pekan ini tertuju pada data pekerjaan di sektor non-pertanian AS dan data inflasi November 2025 yang akan dirilis pada Selasa dan Kamis. Data pekerja ini mengalami penundaan karena government shutdown.
Sementara itu, proyeksi beberapa lembaga dunia seperti IMF, Bank Dunia, Bank Sentral Eropa, dan OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan melambat, terfragmentasi, dan mengalami transformasi besar.
Baca Juga
Perlambatan disebabkan perdagangan dunia yang melemah, rantai pasok yang direstrukturisasi demi keamanan bukan sekadar efisiensi, serta utang publik di banyak negara yang berada di titik tertinggi, dan perkembangan teknologi yang lebih pesat dibandingkan regulasi baru yang terbit.
Selain itu, Ibrahim juga melihat valuasi aset di sejumlah negara berada di posisi rentan setelah naik terlalu cepat dalam beberapa tahun terakhir. Sistem perbankan juga belum sepenuhnya pulih akibat tekanan kredit bermasalah dan kerugian portofolio di tengah suku bunga tinggi.
“Era suku bunga yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama juga berpotensi menjadi tekanan nyata bagi dunia usia menjelang 2026,” kata dia.

