Impor 3 Komoditas Utama Nonmigas Meningkat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, impor tiga komoditas utama nonmigas yang memiliki pangsa 37,35% pada Januari-Juli 2025 meningkat. Menurut Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, tiga komoditas impor nonmigas Indonesia selama periode tersebut adalah mesin atau peralatan mekanis, mesin dan perlengkapan elektrik, dan kendaraan dan bagiannya.
“Impor ketiga komoditas tersebut memberikan share sekitar 37,35% terhadap total impor nonmigas Indonesia,” kata Pudji, dalam rilis BPS secara daring, Senin (1/9/2025).
Menurut Pudji, nilai impor komoditas utama mengalami peningkatan baik dari sisi nilai dan volume dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Nilai impor mesin atau peralatan mekanis adalah US$ 20,43 miliar dengan volume 2,69 juta ton. Meski rata-rata unit harga mesin atau peralatan mekanis turun -3,44% secara kumulatif ke angka US$ 7.637,48, komoditas ini menunjukkan performa kenaikan.
BPS mencatat komoditas mesin atau peralatan mekanis memiliki share sebesar 17,3% secara kumulatif.
Baca Juga
BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Surplus pada Juli 2025
Sementara itu, total impor mesin dan perlengkapan elektrik tercatat sebesar US$ 17,24 miliar dengan volume 1,11 juta ton. Total impor mesin dan perlengkapan elektrik mengalami kenaikan 10,04% secara kumulatif, meski di tengah harga yang turun -0,79% secara kumulatif yaitu US$ 15.907,63. Impor komoditas memiliki share 14,59%.
Impor kendaraan dan bagiannya turut tercatat naik. Total impor komoditas ini naik sebesar 28,87% secara kumulatif dengan total nilai US$ 6,45 miliar karena terdorong perkembangan volume yang mencapai 0,97 juta ton atau naik 34,23% secara kumulatif. Ini di tengah penurunan rata-rata harga sebesar -5,05% secara kumulatif sehingga US$ 6.689,31.
BPS juga mencatatkan tiga negara yang berperan besar bagi impor Indonesia di antaranya, China, Jepang, dan Amerika Serikat (AS). Pudji menjelaskan porsi tiga negara terhadap impor Indonesia sebesar 52,65%.
Impor nonmigas dari China tercatat mencapai US$ 47,67 miliar. Tiga komoditas utama penopang impor dari China yaitu mesin dan peralatan mekanis (HS 84) sebesar US$ 11,19 miliar atau 23,38% dari total impor Indonesia dari China, mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) senilai US$ 9,94 miliar atau 20,86% dari total impor Indonesia dari China, kendaraan dan bagiannya (HS 87) sebesar US$ 2,76 miliar atau 5,79% dari total impor Indonesia dari China.
Sementara itu, impor nonmigas dari Jepang tercatat sebesar US$ 8,77 miliar. Tiga komoditas utama dari Jepang yaitu mesin dan peralatan mekanis (HS 84) dengan nilai sebesar US$ 1,86 miliar atau 21,19% dari total impor Indonesia dari Jepang, kendaraan dan bagiannya (HS 87) dengan nilai sebesar US$ 1,37 miliar atau 15,56% dari total impor Indonesia dari Jepang, besi dan baja (HS 72) dengan nilai US$ 1,17 miliar atau 13,32% dari total impor Indonesia dari Jepang.
Baca Juga
Impor dari AS tercatat sebesar US$ 5,75 miliar. Utamanya terdapat tiga komoditas mesin dan peralatan mekanis (HS 84) dengan nilai US$ 1,14 miliar atau 19,73% dari total impor Indonesia dari AS, mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) dengan nilai US$ 0,66 miliar atau 11,52% dari total impor Indonesia dari AS, biji dan buah mengandung minyak (HS 12) atau 10,31% dari total impor Indonesia dari AS.

