Bukan AS, Ekspor Komoditas Nonmigas RI Semester I-2025 Didominasi China
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa kinerja ekspor nonmigas Indonesia pada Januari–Juni 2025 paling banyak mengarah ke tiga negara utama, yakni China, Amerika Serikat (AS), dan India.
"Share dari ketiga negara tersebut mencapai 41,34% dari total ekspor nonmigas Indonesia selama semester I-2025," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (1/8/2025).
Ekspor ke China tercatat mencapai US$ 29,31 miliar. Komoditas utama yang dikirim ke Negeri Tirai Bambu adalah besi dan baja senilai US$ 9,01 miliar (30,74%), bahan bakar mineral US$ 4,23 miliar (14,42%), serta nikel dan produk turunannya sebesar US$ 3,26 miliar (11,12%). Pudji menyebutkan, "Besi dan baja merupakan komoditas yang mencatatkan peningkatan nilai ekspor tertinggi secara year-on-year ke China, yaitu naik sebesar US$ 1,23 miliar."
Baca Juga
Indonesia Masih Nikmati Surplus di Juni 2025, Tapi Turun 4,65% Secara Bulanan
Sementara itu, ekspor nonmigas ke AS tercatat sebesar US$ 14,79 miliar. Tiga komoditas utama yang dikirim yaitu mesin dan perlengkapan elektrik (US$ 2,8 miliar), alas kaki (US$ 1,29 miliar), serta pakaian dan aksesorisnya (US$ 1,28 miliar). “Mesin dan perlengkapan elektrik mencatatkan penambahan ekspor nonmigas tertinggi ke AS secara year-on-year, yakni meningkat sebesar US$ 847,09 juta,” jelas Pudji.
Ekspor ke India mencapai US$ 8,97 miliar, dengan bahan bakar mineral sebagai kontributor terbesar senilai US$ 2,97 miliar. Disusul oleh lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 1,56 miliar dan besi serta baja senilai US$ 0,72 miliar.
Secara kawasan, ekspor Indonesia ke Asia Tenggara tercatat sebesar 19,93% dari total ekspor, sementara ke Uni Eropa sebesar 7,32%. Di luar pasar tradisional, ekspor ke Afrika Selatan mengalami pertumbuhan signifikan. "Ekspor ke Afrika Selatan mencapai US$ 492,5 juta atau meningkat 43,03% dibandingkan periode Januari–Juni 2024," ujar Pudji.

