Pemerintah Kembali Lelang SUN, Tarik Utang Baru Rp 30 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah kembali melelang Surat Berharga Negara (SUN) pada Selasa (26/8/2025). Terdapat delapan seri yang dilelang. Dari total SUN yang dilelang tersebut, pemerintah akan menyerap dana Rp 30 triliun.
“Total penawaran yang masuk sebesar Rp 126,01 triliun,” tulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), diakses Rabu (27/8/2025).
Seri yang mendapat penawaran tertinggi pada lelang yaitu FR0109. Penawaran yang masuk terhadap seri ini sebesar Rp 54,02 triliun.
Seri yang jatuh tempo pada 15 Maret 2031 itu diserap pemerintah sebesar Rp 6,55 triliun, dengan tingkat imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan yaitu 5,73%.
Seri FR0108 mendapat penawaran sebesar Rp 29,01 triliun. Pemerintah menyerap sebesar Rp 6,75 triliun dengan imbal hasil rata-rata yang dimenangkan sebesar 6,31999%. SUN seri ini jatuh tempo pada 15 April 2036.
Seri FR0106 mendapat penawaran sebesar Rp 16,24 triliun. Pemerintah memenangkan penawaran sebesar Rp 6,9 triliun, dengan imbal hasil rata-rata yang dimenangkan yaitu 6,67472%. Seri ini jatuh tempo pada 15 Agustus 2040.
Baca Juga
Investor juga melirik seri FR0107. Seri yang memiliki jatuh tempo 15 Agustus 2045 ini mendapat penawaran Rp 9,48 triliun dengan nomimal yang dimenangkan sebesar Rp 3,7 triliun.
Seri lainnya yaitu FR0102, dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 6,13 triliun. Pemerintah memenangkan Rp 1,35 triliun dengan imbal hasil dimenangkan sebesar 6,85%. Seri ini jatuh tempo pada 15 Juli 2054.
FR0105 menjadi seri suku bunga tetap yang mendapat penawaran terendah yaitu Rp 4,48 triliun. Pemerintah memenangkan Rp 1,5 triliun dengan imbal hasil yang dimenangkan sebesar 6,88992%. Seri ini memiliki jatuh tempo pada 15 Juli 2064.
Kemenkeu juga melelang dua seri surat perbendaharaan negara (SPN) yaitu SPN12251127 dan SPN12260813.
Seri SPN12251127 mendapatkan penawaran sebesar Rp 822 miliar dengan nominal dimenangkan sebesar Rp 750 miliar, dengan imbal hasil sebesar 4,95%. Seri ini jatuh tempo pada 27 November 2025.
Sementara itu, seri SPN12260813, terdapat penarawan sebesar Rp 6,808 triliun. Pemerintah menarik Rp 2,5 triliun dengan imbal hasil dimenangkan 5%. Jatuh tempo seri ini yaitu 13 Agustus 2026.

