Dedi Mulyadi Desak Evaluasi Penerima Bansos Usai Terungkap Kasus Judi Online
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerima bantuan sosial (bansos). Hal ini menyusul temuan Kementerian Sosial bahwa 49.431 penerima bansos di Jawa Barat terlibat judi online (judol) dengan nilai transaksi mencapai Rp 199 miliar.
“Saya sudah berulang-ulang agar dilakukan evaluasi terhadap penerima bansos,” kata Dedi saat ditemui di Gedung Dhanapala, Jakarta, Jumat (22/8/2025).
Menurut Dedi, bansos seharusnya tidak diberikan kepada warga usia produktif, melainkan difokuskan kepada kelompok lanjut usia yang rentan secara ekonomi. Ia menilai pendataan ulang harus segera dilakukan dengan melibatkan perangkat desa setempat agar lebih akurat.
“Untuk menyelesaikan problem itu, saya minta mari bersama-sama mendata ulang penerima bansos di Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Dedi menekankan bahwa mekanisme seleksi penerima bansos sebaiknya diputuskan berjenjang, mulai dari tingkat desa atau kelurahan hingga bupati, wali kota, dan akhirnya ditetapkan melalui peraturan gubernur.
Baca Juga
Pelibatan perangkat desa, lanjut Dedi, penting karena sensus selama ini kerap dilakukan oleh pihak luar yang tidak memahami kondisi masyarakat setempat. Ia juga mendorong adanya keterbukaan data penerima bansos dengan mengumumkannya kepada publik agar masyarakat bisa memberi masukan.
“Nah, nanti masyarakat yang berkeberatan dia (penerima bansos) nggak miskin, bisa lapor,” kata Dedi.
Lebih lanjut, ia menilai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) terlalu menitikberatkan pada aspek intelektual, tanpa mempertimbangkan kondisi sosial dan psikologis masyarakat. Menurutnya, bansos sebaiknya juga diikuti dengan pemberian kegiatan produktif kepada penerimanya.
“Misalnya, penerima PKH (Program Keluarga Harapan) dikasih tugas jadi tukang potong rumput atau pengelola sampah,” jelasnya.
Kementerian Sosial mencatat, penerima bansos terlibat judol terbanyak berada di Kabupaten Bogor, dengan sekitar 5.000 penerima menggunakan bantuan pemerintah untuk judi online.

