Kurs Rupiah Melemah setelah BI Pangkas Suku Bunga Jadi 5%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan menjadi 5%. Data Jisdor Bank Indonesia (BI) menunjukkan kurs rupiah melemah hingga 50 poin (0,30%) ke level Rp 16.291 per dolar AS.
Sementara itu data Bloomberg menunjukkan kurs rupiah bergerak melemah 26 poin (0,16%) ke level Rp 16.271 per dolar AS.
Pada rapat dewan gubernur (RDG) BI diputuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5%. Penurunan ini didasarkan inflasi dan nilai tukar rupiah yang stabil hingga mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Berdasarkan asesmen prospek dan risiko ke depan, RDG BI pada tanggal 19 dan 20 Agustus 2025 memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Selain itu, BI menurunkan suku bunga Deposit Facility 25 bps menjadi 4,25% dan Lending Facility turun 25 bps menjadi 5,75%.
Baca Juga
Rupiah Melemah ke Rp 16.241 per Dolar AS, Pasar Cermati Risiko Global dan RAPBN 2026
Dari sentimen eksternal, pasar mencari kejelasan tentang tarif sekunder 25% Presiden AS Donald Trump terhadap India. Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar juga khawatir tentang tarif tambahan 25% AS yang dikenakan kepada India atas pembelian minyak Rusia, yang akan berlaku efektif pada 27 Agustus.
"Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, secara eksplisit memperingatkan bahwa India harus menghentikan perdagangan minyak Rusia atau menghadapi konsekuensi lebih lanjut," tulis Ibrahim dalam keterangan resmi, Rabu (20/8/2025).
Fokus pasar minggu ini adalah risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan dirilis pada hari Rabu dan pidato Ketua Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole pada hari Jumat, yang keduanya dapat memberikan petunjuk baru tentang prospek kebijakan moneter The Fed.

