Jelang Pengumuman Suku Bunga BI, Kurs Rupiah Melemah ke Rp 16.862
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah ditutup melemah dalam perdagangan hari Selasa (22/4/2025) atau menjelang pengumuman arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).
Berdasarkan data Jisdor BI, kurs rupiah merosot 54 poin (0,32%) ke level Rp 16.862 per dolar Amerika Serikat (AS), yang dalam perdagangan terakhir berada di posisi Rp 16.808 per dolar AS.
Pada perdagangan pasar spot valas, kurs rupiah bergerak cenderung tertekan terhadap dolar AS. Data Yahoo Finance menunjukkan kurs rupiah bergerak melemah 51 poin (0,30%) ke level Rp 16.850 per dolar AS. Adapun dalam penutupan perdagangan terakhir, Yahoo Finance menunjukkan kurs rupiah berada di posisi Rp 16.799 per dolar AS.
Baca Juga
BI Gelar Rapat Dewan Gubernur Hari Ini, Rupiah Dibuka Tertekan
Senior Economist PT Bank Permata Tbk Faisal Rachman mengungkap, melemahnya nilai tukar pada hari ini sebagai akibat dari kebijakan PBoC menetapkan batas fixing rate yang lebih tinggi, meskipun Dolar AS cenderung melemah. Hal ini juga memicu depresiasi nilai tukar kawasan Asia.
Menurutnya beberapa mata uang negara Asia Tenggara juga terdepresiasi pascapengenaan tarif impor solar panel oleh AS kepada Kamboja, Vietnam, Malaysia, dan Thailand.
"Pada akhir sesi, Rupiah melemah 0,30%," kata dia kepada Investortrust, Selasa (22/4/2025).
Sementara untuk perdagangan Rabu (23/4/2025) esok hari, ia memperkirakan nilai tukar rupiah cenderung akan bergerak sideways menjelang pengumuman rapat dewan gubernur (RDG) BI pada siang hari. Adapun dalam RDG periode 22-23 April 2025 ini, ia memprediksi BI bakal mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%.
"BI diperkirakan mempertahankan suku bunganya di level 5,75% pada pertemuan RDG mendatang, sejalan dengan masih tingginya tekanan dari ketidakpastian global," jelas Faisal.

