Kurs Rupiah Melemah ke Rp 16.319 per Dolar AS, Setelah BI Pertahankan Suku Bunga
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) Rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (18/6/2025) setelah Bank Indonesia (BI) memutukan untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,50%. Berdasarkan data Jisdor BI, kurs rupiah melemah 38 poin (0,23%) ke level Rp 16.319 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pada perdagangan spot, data Bloomberg per 15.30 WIB menunjukkan kurs rupiah bergerak melemah 23 poin (0,14%) ke level Rp 16.312 per dolar AS.
Sentimen global tertuju pada gejolak di wilayah Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan mengeluarkan ancaman terbuka kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Ia mengisyaratkan bahwa “kesabaran AS mulai habis” dan mendesak penyerahan total dari Teheran dalam konflik yang memanas dengan Israel.
Baca Juga
Jelang Rilis BI Rate dan Data Ekonomi AS, Rupiah Rabu (18/6) Pagi Tertekan!
"Pasar bergerak risk-off dengan kekhawatiran keterlibatan AS dalam konflik Israel-Iran. Ada spekulasi AS mungkin akan bergabung dengan Israel dalam menyerang Iran," kata Chief Economist PT Bank Central Asia (BCA) Tbk kepada Investortrust, Rabu (18/6/2025).
Dari dalam negeri BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan, BI Rate, pada level 5,50% dalam rapat dewan gubernur (RDG) periode Juni 2025. Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo.
"Rapat dewan gubernur Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2025 memutuskan mempertahankan BI rate sebesar 5,50%," kata Perry secara daring, Rabu (18/6/2025).
Selain mempertahankan BI Rate, suku bunga Deposit Facility juga dipertahankan pada level 4,75%. Suku bunga Lending Facility juga dipertahankan oleh dewan gubernur pada level 6,25%.

