GRC Disebut Jadi Kunci Tarik Investor, Kadin: Tanpa Itu Sulit Capai Indonesia Emas 2045
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Aviliani menyatakan bahwa penerapan governance, risk, and compliance (GRC) menjadi kunci utama bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk menarik minat investor, baik dalam maupun luar negeri.
Menurutnya, perusahaan yang konsisten menerapkan GRC akan lebih mudah mendapatkan mitra investor dengan biaya pendanaan yang lebih murah.
“Keuntungan menerapkan GRC adalah perusahaan akan mudah mendapatkan partner investor,” ujar Aviliani, dalam acara Risk & Governance Summit (RGS) 2025, di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (19/8/2025).
“Karena dengan kecenderungan mereka itu transparan, melihat risiko di masa depan, mereka akan mendapatkan dana yang jauh lebih murah dibandingkan dengan mereka tidak melakukan hal tersebut,” sambung dia.
Baca Juga
Kadin: Tanpa GRC, Perusahaan Keluarga Rentan Dijual atau Ditutup
Meski begitu, Aviliani menilai praktik tersebut masih belum banyak dilakukan oleh pelaku usaha di pasar modal Indonesia. Salah satu hambatan yaitu adanya pemilik perusahaan yang enggan berbagi kepemilikan, meski di sisi lain ingin usahanya tetap berjalan.
”Akibatnya adalah sulit untuk mendapatkan partner (investor) yang baik,” katanya.
Lebih lanjut, Aviliani menyoroti pentingnya kesadaran lingkungan dalam membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Ia mencontohkan, ada perusahaan yang sudah menjalankan praktik ramah lingkungan, namun tetap mengalami hambatan ekspor karena dianggap belum memenuhi standar energi terbarukan.
Baca Juga
Lewat Penguatan GRC, OJK Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Ketahanan Nasional
Oleh karena itu, kata dia, penerapan GRC tidak hanya harus dijalankan oleh dunia usaha, tapi juga pemerintah dalam menyusun regulasi. Hal itu penting agar tercipta keselarasan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
“Saya rasa ini dua-duanya (pemerintah dan pelaku usaha) harus berjalan seiring. Sehingga 2045 kita akan mencapai Indonesia Emas, karena kalau seperti sekarang akan sulit mencapai Indonesia Emas, di mana pertumbuhan ekonomi kita masih akan 5% terus,” ucap Aviliani.
Ia menambahkan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8% per tahun, Indonesia membutuhkan investasi tiga kali lipat lebih besar dari saat ini. Kepercayaan investor, terutama asing, menjadi faktor penentu.

