Penguatan Lembaga Kursus dan Pelatihan Jadi Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan, upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul terus menjadi fokus utama pemerintah dalam mewujudkan visi nasional Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan.
Plt Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen Saryadi menyampaikan, dalam kerangka besar pembangunan tersebut, pendidikan nonformal melalui lembaga kursus dan pelatihan (LKP), memegang peran strategis dalam menyiapkan generasi terampil dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Pemerintah menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional sebagaimana termaktub dalam Asta Cita keempat. Pendidikan nonformal, khususnya melalui lembaga kursus dan pelatihan, menjadi jalur penting untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh warga negara,” kata Saryadi dalam acara pelantikan dan pengukuhan DPP Himpunan Seluruh Pendidik & Penguji Indonesia (HISPPI) Pendidikan Non Formal (PNF) 2025-2030 di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Baca Juga
Prabowo Ingin Bahasa Portugis Diajarkan di Sekolah, Komisi X Ingatkan Perencanaan Matang
Dia menerangkan, untuk mencapai tujuan tersebut, visi besar Indonesia Emas 2045 diturunkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), termasuk bidang pendidikan.
Kemendikdasmen kemudian menindaklanjutinya melalui rencana strategis (renstra) kementerian, yang menekankan penguatan pendidikan vokasi dan produktivitas tenaga kerja sebagai fokus utama.
Saryadi menambahkan bahwa program dan kebijakan pendidikan dasar dan menengah diarahkan agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan dunia industri yang terus berubah di era digital dan transformasi ekonomi.
“Terkait sasaran strategis untuk meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan vokasi, ada dua sasaran kegiatan yang saat ini kami kawal. Pertama adalah meningkatkan lulusan kursus dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Fokus ini berorientasi pada peserta didik, memastikan bahwa setiap lulusan memiliki kompetensi relevan dan siap terserap di pasar kerja,” ungkapnya.
Sementara itu, sasaran kegiatan yang kedua adalah meningkatkan lembaga kursus dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Fokus ini berorientasi pada kelembagaan, yaitu memperkuat tata kelola, kurikulum, dan kemitraan lembaga dengan dunia usaha dan dunia industri.
Baca Juga
Pemerintah Perluas Pendidikan Nonformal untuk Atasi Putus Sekolah
“Kedua sasaran ini sama-sama penting. Yang satu memastikan kualitas lulusan, yang lain memastikan lembaganya kuat dan adaptif terhadap kebutuhan dunia industri. Keduanya berjalan beriringan untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan meningkatkan daya saing bangsa,” ujar Saryadi.
Melalui penguatan lembaga kursus dan pelatihan, pemerintah berharap dapat mempercepat terwujudnya SDM vokasional yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Hal ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengatasi kesenjangan kompetensi tenaga kerja nasional, sekaligus menjawab tantangan revolusi industri 4.0 dan Society 5.0.
“Lembaga kursus dan pelatihan bukan sekadar pelengkap sistem pendidikan formal. Dia adalah ujung tombak untuk mencetak tenaga kerja yang terampil, relevan dengan kebutuhan industri, dan siap berkontribusi dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

