Transformasi Digital Lembaga Kursus dan Pelatihan: Menyiapkan SDM Adaptif dan Kompetitif di Era Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong percepatan transformasi digital di lingkungan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) sebagai bagian dari strategi nasional peningkatan mutu pendidikan nonformal.
Plt Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen Saryadi menyebut, langkah ini dinilai penting untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) vokasional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan dunia kerja, dan dinamika industri di era digital.
Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar adopsi teknologi, tetapi juga perubahan paradigma pembelajaran yang lebih modern, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan industri masa kini.
Baca Juga
Tunjangan Kinerja ASN ESDM Naik 100%, Bahlil: Masih Main-Main? Saya Rumahkan!
“Transformasi digital di lembaga kursus dan pelatihan menjadi kunci dalam memperkuat literasi digital para pendidik dan penguji, sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan vokasional. Tujuannya adalah mencetak SDM terampil yang mampu bersaing di pasar kerja global,” ujar Saryadi dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan DPP HISPPI PNF 2025-2030 di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Saryadi menegaskan bahwa transformasi digital merupakan keniscayaan di tengah pergeseran kebutuhan tenaga kerja dari berbasis fisik menjadi berbasis digital. Dunia usaha dan industri kini menuntut tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kompetensi digital yang kuat.
“Transformasi digital membuka ruang yang sangat luas bagi lembaga kursus dan pelatihan untuk berinovasi, memperluas layanan, dan menjangkau peserta didik di seluruh Indonesia tanpa batas geografis,” ungkapnya.
Kendati demikian, di balik peluang besar tersebut, menurutnya masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi, antara lain kesenjangan kompetensi digital di kalangan pendidik dan tenaga pelatih, akses terhadap pelatihan dan infrastruktur digital yang masih terbatas, serta kurikulum yang belum sepenuhnya relevan dengan kebutuhan industri.
Untuk mewujudkan transformasi digital secara menyeluruh, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan tiga strategi utama. Pertama adalah penguatan kompetensi digital pendidik dan penguji, melalui pelatihan, bimbingan teknis, serta program peningkatan kapasitas yang berkelanjutan.
Baca Juga
MIND ID dan PT Timah Perkuat SDM Daerah Lewat Pemali 'Boarding School'
Kemudian adalah dengan pemanfaatan teknologi pembelajaran secara efektif, termasuk penggunaan platform learning management system (LMS) nasional dan media digital interaktif. Terakhir, kemitraan dan kolaborasi multipihak, yang melibatkan pemerintah, industri, komunitas pendidikan, serta lembaga sertifikasi dalam menciptakan ekosistem pembelajaran vokasional digital yang berkelanjutan.
“Lembaga kursus dan pelatihan adalah ujung tombak pendidikan nonformal. Dengan digitalisasi dan kolaborasi lintas sektor, kita bisa memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tegas Saryadi.

