Fokus Model Bisnis dan Efisiensi Pasok, Menko Zulhas : Kopdes Tak Gunakan APBN Secara Langsung
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menegaskan dana operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tidak menggunakan uang rakyat atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Karena itu kita melakukan dengan cara yang benar, tadi Ibu Menteri Keuangan menyampaikan anggaran pemerintah itu ditempatkan di Himbara. Oleh karena itu, koperasi ini tidak menggunakan uang ABBN langsung,” ujar Zulhas dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Anggaran Tahun 2026 di Jakarta, Jumat, (15/8/2025)
Menurutnya, yang menjadi fokus adalah penguatan model bisnis dan pengelolaan usaha yang dirancang matang, sehingga mampu memangkas rantai pasok yang panjang sekaligus menjaga efisiensi distribusi.
Baca Juga
Budiman Sudjatmiko: 80.000 Kopdes Jadi Motor Pencapaian Nol Persen Kemiskinan Ekstrem
Sebagaimana diketahui, peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025 di Klaten, Jawa Tengah, bersamaan dengan peluncuran serentak 80.000 Kopdes di seluruh Indonesia. Program ini digagas untuk memperkuat ekonomi pedesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Unit Bisnis Kopdes Merah Putih mencakup berbagai usaha internal, seperti kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotik desa, layanan logistik desa, serta gudang penyimpanan dingin (cold storage).
Potensi pengembangan usaha juga terbuka lebar melalui kerja sama dengan BUMN, di antaranya menjadi agen atau penyalur pupuk dan LPG, membuka gerai sembako Rumah Pangan Kita, menjadi agen BRILink/BNI/Mandiri, menyediakan layanan logistik Pos Indonesia, menyalurkan bantuan pemerintah, menyerap gabah petani, dan mengoperasikan apotik obat murah. Tak hanya itu adapun sejumlah BUMN yang menjadi mitra strategis program ini.

