UMKM Perlu Ubah Model Bisnis untuk Masuk Rantai Pasok Global
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani berharap, pemerintah memikirkan dan membantu perubahan model bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ini karena UMKM banyak yang mati, karena tidak 'melihat' perubahan perilaku masyarakat.
“Salah satu yang (perlu) dipikirkan pemerintah adalah bisnis model UMKM yang harus diubah. Tidak ada yang naik kelas UMKM ini, makanya pendapatan masyarakat nggak naik, inflasi naik terus,” kata Aviliani, dalam acara Bisnis Indonesia Economy Outlook 2025, di Jakarta, Selasa (10/12/2024).
Baca Juga
Tiru Thailand dan Korea Selatan
Aviliani mengatakan, model UMKM yang perlu dipelajari yaitu meniru Thailand dan Korea Selatan. Di dua negara tersebut, UMKM sudah berkontribusi hingga 30%-40% dari value chain.
“Artinya, di sini harus di-connect-kan dengan perusahaan menengah besar. Ini agar mereka (UMKM) bisa naik kelas,” ujar dia.
Aviliani mengatakan, UMKM seharusnya tidak lagi sekadar diberikan kredit usaha rakyat (KUR) dan bimbingan semata. Perubahan model bisnis menjadi salah satu yang penting agar UMKM dapat masuk ke global value chain.
“Kalau cuma dikasih KUR dan dibimbing, begitu bimbingannya selesai akan kembali lagi,” kata dia.
Baca Juga
Bakal Kena Sanksi Jika Tak Taati Aturan UMP, Begini Respons Pengusaha
Selain memperhatikan UMKM, Aviliani juga berharap pemerintah memperhatikan kontribusi kelas menengah bawah. Dia mengatakan kelas menengah berkontribusi hampir 65% terhadap konsumsi kita.
“Tapi bahayanya, kalau turun menerus, kelas menengah bawah itu makin banyak. Itu akan banyak, akan terjadi social unrest,” ucap dia.

