Menperin Tetapkan Roadmap Semikonduktor, Kunci Masuk Rantai Pasok Global
Poin Penting
|
BANDUNG, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengharapkan ekosistem industri semikonduktor di dalam negeri semakin kuat. Untuk mengakselerasi pertumbuhan industri semikonduktor, pemerintah telah menetapkan roadmap pengembangan semikonduktor nasional.
Menurut Menperin, roadmap ini mencakup penguatan empat pilar utama, yaitu material, desain, fabrikasi (front end), serta assembly, testing, and packaging (back end), yang didukung oleh pengembangan SDM, riset dan inovasi, infrastruktur, serta kebijakan industri yang kondusif.
"Dengan visi menjadikan Indonesia berperan aktif dalam rantai pasok global melalui pembangunan ekosistem yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pendekatan ini dilakukan secara bertahap dan realistis, dengan menempatkan pengembangan talenta dan desain chip sebagai pendorong utama pada tahap awal," ucapnya pada acara Indonesia Semiconductor Summit (ISS) 2026 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).
Agus Gumiwang menjelaskan, dalam jangka pendek hingga panjang, Indonesia diarahkan untuk memperkuat kapasitas desain dan SDM, mendorong pendalaman struktur industri, hingga membangun kapabilitas fabrikasi dan assembly, testing and packaging (ATP) berstandar global.
"Roadmap ini menegaskan komitmen pemerintah bahwa pengembangan industri semikonduktor tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah nasional, kemandirian teknologi, serta integrasi Indonesia ke dalam ekosistem semikonduktor dunia," ungkap Agus Gumiwang.
Baca Juga
Kaya Pasir Silika, Indonesia Siap Masuk Rantai Pasok Semikonduktor Global
Sebagai langkah konkret, pemerintah bersama sejumlah perguruan tinggi membentuk Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) yang merupakan inisiatif strategis dalam pengembangan ekosistem desain semikonduktor nasional.
Inisiatif ini diprakarsai oleh Kementerian Perindustrian bersama PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan para pakar desain chip dari 13 universitas, yang bersepakat membangun sebuah organisasi nonprofit sebagai fondasi penguatan kapasitas nasional di bidang desain semikonduktor.
Seiring perkembangannya, ICDEC kini didukung dan bermitra dengan 16 perguruan tinggi dalam negeri, yang mencakup berbagai universitas dan politeknik terkemuka. Dalam konteks ini, ICDEC berperan strategis sebagai simpul kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri.
"Fokus ICDEC pada pengembangan chip design (fabless), pelatihan berbasis tools berstandar global, riset dan pengembangan, hingga fasilitas pengujian dan mini wafer fabrication, sangat relevan dengan kebutuhan Indonesia untuk masuk secara bertahap dan berkelanjutan ke dalam Global Semiconductor Value Chain," bebernya.

