Indonesia Dorong Kolaborasi Semikonduktor dan AI, Perkuat Posisi Strategis Rantai Pasok Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia mendorong kolaborasi global di sektor semikonduktor dan kecerdasan artifisial (AI) untuk memperkuat posisi dalam rantai pasok digital dunia. Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria usai acara AI Impact Summit 2026 di New Delhi, India pekan lalu.
Nezar menjajaki kerja sama dengan Tata Group dan Netweb Technologies (Tyrone) terkait pengembangan industri semikonduktor. Fokus pembahasan mencakup hilirisasi mineral kritis dan pembangunan ekosistem manufaktur teknologi tinggi.
Wamenkomdigi menegaskan Indonesia memiliki cadangan mineral seperti pasir silika yang krusial untuk produksi chipset. “Pasir silika yang tersedia melimpah di tanah air merupakan potensi besar yang harus kita transformasikan menjadi produk bernilai tambah tinggi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (23/2/2026).
Ia menambahkan kemitraan dengan pelaku industri global menjadi langkah strategis membangun ekosistem semikonduktor nasional. Transfer teknologi dan penguatan SDM menjadi prioritas dalam kerja sama tersebut.
Baca Juga
Sekadar informasi, Tata Electronics saat ini tengah membangun fasilitas perakitan dan pengujian semikonduktor di India. Sementara Netweb dikenal sebagai pengembang server berbasis AI yang mendukung komputasi performa tinggi.
Di sela agenda, Nezar juga mengapresiasi siswa Indonesia peraih Intel Global Competition Award. Dua proyek berbasis AI, Agrify dan SITANGGAP, mendapat sorotan atas relevansinya terhadap sektor pertanian dan kesehatan.
Agrify memanfaatkan computer vision untuk diagnosis penyakit tanaman dan pengaturan jadwal tanam berbasis data cuaca. Adapun SITANGGAP dirancang untuk deteksi dini stroke menggunakan analisis ekspresi wajah dan suara berbasis standar NIHSS.
“Prestasi ini bukti talenta digital Indonesia memiliki daya saing global,” tutup Nezar.

