Daya Saing Anjlok, Kemenkeu: 'Capital Inflow' Masih Terjaga
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan (DJESF Kemenkeu) Febrio Kacaribu melihat daya saing Indonesia masih terjaga. Meskipun, Laporan IMD World Competitiveness Center dalam riset World Competitiveness Ranking (WCR) 2025 menunjukkan, peringkat Indonesia berada di posisi ke-40 dari 69 negara dunia.
“Kalau daya saing beberapa indikator kan kita melihat bagaimana capital inflow terjadi. Kita sih melihat kalau daya saing kita cukup well managed,” kata Febrio saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (19/6/2025).
Febrio melihat pemerintah akan terus memberi perhatian terhadap isu-isu yang langsung disampaikan kepada pengusaha. Misalnya, perizinan, rantai pasok, dan keterkaitan dengan ketersediaan infrastruktur.
“Tapi, dalam hal pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh investasi itu memang strategi kita,” jelas dia.
Febrio menjelaskan investasi akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi ke depan. Dari sumbangsih belanja, misalnya, pemerintah melihat dukungan yang tinggi dari sektor konsumsi rumah tangga.
Baca Juga
Ke depannya, porsi investasi akan terus digerakkan agar mendekati konsumsi rumah tangga. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, investasi menyumbang 28,03% terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025. Angka ini melambat 2,12% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
“Jadi, investasi itu yang akan terus menjadi driver dan ini akan kita dorong dengan pendekatan yang relatif baru dengan adanya Danantara,” ujar dia.
Menurut Febrio, Danantara diharapkan dapat bersinergi untuk menciptakan peluang-peluang baru. Sehingga, investasi dapat semakin besar.
Diberitakan sebelumnya, Indonesia mencatatkan peringkat daya saing yang merosot tajam pada 2025. Laporan IMD World Competitiveness Center dalam riset World Competitiveness Ranking (WCR) 2025 menunjukkan, Indonesia jatuh 13 peringkat, dari peringkat ke-27 ke peringkat ke-40 dari 69 negara dunia.
“Pascapandemi, Indonesia merupakan salah satu negara dengan performa daya saing terbaik dalam peringkat WCR yang naik 11 peringkat. Kenaikan peringkat daya saing ini didongkrak oleh nilai ekspor migas dan komoditas,” kata Direktur IMD World Competitive Center (WCC) Arturo Bris, dalam keterangan resminya, diakses Kamis (19/6/2025).
Dalam tiga tahun terakhir, Indonesia berhasil memperbaiki posisinya. Peringkat Indonesia yang berada pada posisi ke-44 pada 2022 diperbaiki dua tahun setelahnya. Indonesia masuk peringkat ke-34 pada 2023 dan peringkat ke-27 pada 2024.
“Saat ini, peringkat daya saing Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara anjlok imbas dari perang tarif yang ditujukan ke kawasan ini,” kata dia.

