Menkeu Berharap Bank Sentral Negara Maju Turunkan Suku Bunga di Semester II-2025
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap bank sentral negara-negara maju bersedia memangkas suku bunga pada semester II-2025. Langkah ini sangat dibutuhkan di tengah ketidakpastian yang memicu pelemahan ekonomi di berbagai negara.
“Semester kedua tahun ini diharapkan bank sentral negara-negara maju, seperti Federal Reserve, European Central Bank, United Kingdom Central Bank diharapkan mulai menurunkan suku bunga karena ekonomi cenderung akan melemah dan inflasi cenderung melunak,” kata Sri Mulyani, saat CNBC Indonesia Economic Update 2025, di Jakarta, Rabu (18/6/2025).
Baca Juga
Meski demikian, Sri Mulyani mengatakan, bank sentral negara-negara maju tersebut akan menghadapi dilema. Sebab, di tengah ekonomi yang melemah, harga akan tertahan tinggi karena faktor disrupsi pasokan. “Dari sisi mana yang akan dimenangkan, pertumbuhan ekonomi atau inflasi yang menurun?” tanya dia.
Dia mengatakan bahwa dalam situasi ekonomi yang lemah dan suku bunga yang tinggi ditambah harga komoditas melemah, Indonesia sebagai negara yang kaya dengan sumber daya alam terpengaruh. “Kita pasti akan terpengaruh dari sisi perekonomian, apabila harga komoditas mengalami pelemahan,” jelas dia.
Sri Mulyani menjelaskan, tren harga komoditas sebetulnya mulai turun pada awal tahun ini. Tetapi, akibat perang yang pecah di Timur Tengah, harga minyak mentah dunia tiba-tiba mengalami kenaikan hingga 9% dalam sehari.
Baca Juga
Perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina menjadi pelajaran berharga. Sebab, perang tersebut menyebabkan harga minyak mentah, gas, minyak masak, dan gandum mengalami kenaikan.
Melihat dampaknya terhadap ekspor dan impor Indonesia, Sri Mulyani mengatakan, permintaan agregat pasar domestik harus terjaga dan diperkuat. Dari sinilah APBN sebagai peredam guncangan mulai berperan. “Stabilitas (yang dilakukan) adalah kebijakan fiskal APBN yang terkadang meredam guncangan dan melakukan counter cyclical waktu ekonomi sedang melonjak dan melemah,” kata dia.

