Bank Sentral Inggris Diproyeksikan Belum Akan Turunkan Suku Bunga
JAKARTA, Investortrust.id - Komite Kebijakan Moneter Bank of England diperkirakan akan mengumumkan keputusan tentang kebijakan moneter terbarunya pada Kamis pekan ini, 9 Mei 2024. Namun banyak analisis menyebutkan bahwa dewan komite moneter Bank of England masih belum punya keputusan yang kuat untuk menurunkan tingkat suku bunga.
Artinya, para penerima kucuran kredit perbankan di Inggris tampaknya harus menunggu keputusan penurunan suku bunga lebih lama, mengingat regulator masih menunggu ‘hilal’ tanda-tanda menurunnya krisis biaya hidup.
Diberitakan LBC.co.uk, Senin (6/5/2024), para ekonom secara luas memperkirakan komite akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini, di angka 5,25% yang bertahan sejak Agustus 2023.
Pada pertemuan dewan komite moneter BoE pada Maret lalu, hanya satu anggota MPC, Swati Dhingra, yang menyetujui penurunan suku bunga 0,25 poin. Sementara delapan anggota lainnya memilih tidak ada perubahan.
Baca Juga
Data inflasi jasa dan pertumbuhan gaji reguler sektor swasta yang diterbitkan pada pertengahan April lalu dianggap telah memupuskan harapan bahwa akan ada tindakan moneter di bulan Mei. Disampaikan Philip Shaw, kepala ekonom di Investec, situasi perekonomian Inggris menggambarkan bahwa secara kolektif komite akan menetapkan kebijakan yang bertahap untuk bergerak ke arah penurunan suku bunga.
“Tampaknya tidak mungkin untuk mengambil risiko dan suku bunga Bank tampaknya akan tetap bertahan di 5,25% untuk pertemuan keenam berturut-turut,” ujar Shaw.
Namun Shaw juga menyebutkan, ada potensi bahwa anggota MPC akan memiliki pandangan tentang perlunya kebijakan pelonggaran dan memilih pemangkasan suku bunga pada hari Kamis pekan ini.
Suku bunga digunakan sebagai alat untuk membantu menurunkan inflasi Inggris, yang telah turun tajam dari tingkat tertinggi yang dicapai pada tahun 2022, ketika biaya energi melonjak dan krisis biaya hidup berada pada puncaknya. Tingkat inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) turun menjadi 3,2% pada bulan Maret.
Namun para ahli berpendapat bahwa dua indikator ekonomi utama Bank of England yakni pertumbuhan gaji dan inflasi sektor jasa masih menjadi indikator yang menyulitkan. Diberitakan rata-rata upah terus meningkat lebih cepat dibandingkan tingkat inflasi bulan lalu.
Andrew Goodwin, kepala ekonom Inggris untuk Oxford Economics, mengatakan, data yang diterbitkan pada pertengahan April terkait inflasi jasa dan pertumbuhan gaji reguler sektor swasta kemungkinan besar akan menekan harapan akan adanya kebijakan pelonggaran di bulan Mei.
Dia mengatakan, kemungkinan besar MPC baru akan memutuskan untuk menetapkan kebijakan menurunkan suku bunga pada bulan Juni atau Agustus.

