Ada Sinyal Konflik Iran-Israel Bakal Panjang, Kurs Rupiah Menguat Terbatas
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat terbatas pada penutupan perdagangan Selasa (17/6/2025) sore ini, setelah adanya sinyal gejolak di wilayah Timur Tengah bakal semakin panjang. Berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia (BI) kurs rupiah ditutup menguat 15 poin (0,09%) ke level Rp 16.281 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pada perdagangan spot, data Bloomberg hingga pukul 16.30 WIB menunjukkan kurs rupiah justri bergerak terdepresiasi sebanyak 24 poin (0,15%) ke level Rp 16.289 per dolar AS.
Menurut pengamat pasar uang Sutopo Widodo, menguatnya kurs rupiah pada penutupan perdaganga hari ini merefleksikan sentimen positif yang cukup kuat. Kemampuan pemerintah meredakan gejolak politik domestik, serta prospek inflasi yang terkendali, menjadi pendorong utama.
"Kondisi ini menciptakan lingkungan yang menarik bagi arus masuk modal asing, khususnya ke pasar obligasi dan saham domestik, didukung pula oleh stabilitas ekonomi global yang cenderung membaik," kata Sutopo saat dihubungi Investortrust, Selasa (17/6/2025).
Menurutnya sentimen lain seperti intervensi stabilisasi dari Bank Indonesia juga kemungkinan besar turut berkontribusi dalam penguatan nilai tukar rupiah ini.
Baca Juga
Ada Rapat Dewan Gubernur BI sampai Was-Was Perang Iran-Israel, Simak Nasib Kurs Rupiah Pagi Ini
Presiden Komisaris HFX International Berjangka itu menjelaskan, pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada data ekonomi yang akan dirilis, baik dari dalam maupun luar negeri, serta fluktuasi indeks dolar AS di pasar global.
"Selain itu, dinamika harga komoditas dunia dan sentimen pasar global secara umum akan tetap menjadi faktor penentu," ujarnya.
Sinyal Konflik Iran-Israel Bakal Panjang
Sementara dari sentimen global, para investor akan tertuju pada situasi di Timur Tengah akibat adanya ketegangan antara Republik Islam Iran dan rezim zionis Israel.
Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, memastikan negaranya tidak akan berhenti melancarkan serangan ke Israel apablila perang terus berlanjut. Diketahui ketegangan kedua pihak meningkat setelah rezim zionis Israel melancarkan serangan rudal ke wilayah Iran pada Jumat (13/6/2025) lalu.
"Selama Iran diserang dan agresi masih terus berlanjut, tentu kami akan melanjutkan bela diri, aksi bela diri kami terhadap negara kami," tegas Boroujerdi dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (17/6/2025).
Menurut Bouroujerdi, agresi dan serangan yang dilancarkan oleh rezim Israel merupakan sesuatu yang ilegal lantaran tidak dibenarkan dalam hukum serta tata tertib internasional. Ia mengatakan rezim Israel telah menyerang berbagai fasilitas sipil, inudstri serta menyasar rakyat sipil di wilayah Iran.
Ia menambahkan, rezim zionis Israel juga telah menyerang infrastruktur nuklir milik Iran.
"Rezim zionis telah menyerang keluarga dari bangsa Iran, telah menyerang kaum ibu, perempuan dan anak-anak yang tidak berdosa," sambungnya.

